Pencarian

Dinas Pendidikan Lebak Perpanjang PJJ Hingga Rabu karena Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Menyebar

Selasa, 08 September 2026 • 14:46:01 WIB
Dinas Pendidikan Lebak Perpanjang PJJ Hingga Rabu karena Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Menyebar
Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga Rabu (9/9) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

LEBAK — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lebak resmi memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga Rabu (9/9). Perpanjangan masa belajar dari rumah ini diputuskan karena sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) masih terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Disdik Kabupaten Lebak Dodi Irawan menyampaikan, kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat.

Alasan Perpanjangan: Prioritas Kesehatan Warga Sekolah

Dodi menegaskan bahwa perpanjangan masa PJJ ini bukan tanpa alasan. Pihaknya mengutamakan perlindungan kesehatan bagi para guru dan murid dari paparan abu vulkanik yang berbahaya bagi saluran pernapasan.

"Kami memperpanjang PJJ itu guna mengutamakan kesehatan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan anak dari dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," kata Dodi Irawan dalam keterangan di Lebak, Selasa.

Mekanisme Belajar: Kombinasi Daring dan Kelompok Belajar

Selama masa perpanjangan ini, para pelajar tidak diwajibkan datang ke sekolah. Proses kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dari rumah masing-masing melalui pembelajaran online.

Selain itu, Dodi menyebut para siswa juga diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar secara berkelompok di lingkungan tempat tinggal mereka. Pihak sekolah diminta berkoordinasi untuk memastikan pelaksanaan PJJ berjalan dengan baik.

Imbauan untuk Orang Tua dan Siswa

Disdik Kabupaten Lebak juga melibatkan peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka selama belajar di rumah. Pendampingan ini dinilai penting agar proses pembelajaran tetap efektif meski tidak tatap muka.

Dodi mengimbau para tenaga pendidik dan siswa untuk tetap waspada jika harus beraktivitas di luar rumah. Penggunaan alat pelindung diri disarankan untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan.

"Kami minta tenaga pendidik dan siswa jika keluar rumah agar menggunakan masker dan kacamata untuk menghindari gangguan pernafasan serta iritasi mata," katanya.

Dampak di Lapangan: Siswa Mengaku Sudah Dua Hari Belajar Online

Kebijakan ini pun dirasakan langsung oleh para pelajar di Rangkasbitung. Yusuf dan Alisa, siswa SD Al Furqon Rangkasbitung, mengaku telah menjalani pembelajaran jarak jauh secara online sejak beberapa hari terakhir.

"Kami sudah dua hari terakhir ini proses pembelajaran secara online akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Yusuf.

Follow lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks