TANGERANG — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang langsung bereaksi setelah insiden teror bom di SDN Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Patroli di titik-titik strategis seperti sekolah, alun-alun, dan Kawasan Industri Cikupa Mas diperketat mulai Selasa pekan ini.
Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Leksono mengatakan, instruksi telah dikirim ke seluruh polsek jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan. "Nanti akan diadakan patroli dari pihak polsek jajaran agar memperketat situasi keamanan di wilayah hukum Polresta Tangerang," ujarnya di Tangerang, Selasa.
RT/RW Diminta Data Warga Pendatang Baru
Selain patroli bersenjata, Polresta Tangerang juga mengaktifkan sistem keamanan lingkungan. Ketua RT dan RW diinstruksikan untuk mendata secara ketat warga pendatang baru sebagai bagian dari upaya deteksi dini.
"Kalau dari tingkat RT/RW harus meminta identitas mereka, minimal KTP difoto dan ditanyakan pekerjaannya. Jadi memudahkan kami saat melakukan penanganan maupun penangkapan melalui koordinasi dengan RT/RW," kata Ipda Tri Leksono.
Langkah ini dinilai efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan atau pihak yang mencurigakan yang menyusup ke permukiman padat penduduk di Tangerang.
Pengawasan Eks Napiter Sudah Berjalan
Polresta Tangerang juga memastikan pengawasan terhadap eks narapidana terorisme (napiter) di wilayahnya terus dilakukan. Tim khusus yang ditugaskan secara berkala memantau pergerakan dan aktivitas mereka.
"Kalau memang situasinya mengancam, tentu pengetatan akan dilakukan. Selama ini pengawasan terhadap eks napiter juga sudah dilakukan oleh tim yang memang ditugaskan," tegas Ipda Tri Leksono.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan seorang pria berinisial MY yang diduga mengirimkan pesan ancaman bom melalui aplikasi WhatsApp ke SDN Srengseng Sawah 15. Ancaman itu muncul di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), memaksa aparat melakukan sterilisasi total di lokasi.
Polresta Tangerang menegaskan, koordinasi dengan pihak sekolah dan pengelola kawasan industri akan terus diperkuat untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar dan aktivitas ekonomi berjalan aman tanpa gangguan.