SERANG — Ratusan warga mengantre di depan Markas Polda Banten sejak pagi, Selasa (1/7/2026), untuk mendapatkan paket sembako gratis. Ditbinmas Polda Banten menggelar aksi sosial dengan membagikan tiga bahan pokok sekaligus: beras, minyak goreng, dan gula pasir. Total ada 3.500 kilogram beras SPHP, 200 liter minyak goreng, dan 50 kilogram gula pasir yang disalurkan langsung ke tangan masyarakat.
Pembagian sembako ini tidak hanya berlangsung di Serang. Seluruh Polres di bawah Polda Banten—Polresta Tangerang, Polresta Serang Kota, Polres Serang, Polres Cilegon, Polres Pandeglang, dan Polres Lebak—juga menggelar kegiatan serupa secara serentak. Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Imam Tarmudi menyebut aksi ini sebagai implementasi nyata semangat Hari Bhayangkara ke-80.
Beras dari Polres Lebak hingga Minyak dari Polda Banten
Setiap satuan kerja menyumbang sesuai kemampuan. Polda Banten sendiri mengalokasikan 750 kilogram beras dan 150 liter minyak goreng. Polresta Serang Kota menjadi satu-satunya yang menyumbang gula pasir, sebanyak 50 kilogram, plus 250 kilogram beras dan 50 liter minyak. Sementara Polres Lebak, Pandeglang, Cilegon, Serang, dan Polresta Tangerang masing-masing mengirimkan 500 kilogram beras.
“Kami berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar Kombes Pol Imam Tarmudi dalam sambutannya. Ia menambahkan, Polri tidak hanya bertugas sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli terhadap kondisi sosial warga.
Semangat Gotong Royong di Tengah Kenaikan Harga Pangan
Pembagian sembako ini dinilai strategis karena menyasar kebutuhan dasar rumah tangga. Beras SPHP yang dibagikan merupakan jenis beras subsidi pemerintah yang biasanya dijual dengan harga lebih murah di pasaran. Dengan jumlah 3.500 kilogram, bantuan ini setara dengan kebutuhan konsumsi sekitar 350 keluarga selama sebulan.
“Bakti sosial ini menambah semangat kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial. Kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Imam. Ia menegaskan bahwa dana untuk sembako berasal dari sumbangsih internal Polda Banten dan jajaran, bukan dari anggaran publik.
Kegiatan serupa direncanakan berlanjut secara berkala di titik-titik padat penduduk di Banten. Polisi mengimbau warga yang belum mendapatkan bantuan untuk memantau jadwal pembagian berikutnya melalui kanal resmi Polres setempat.