Pencarian

5 Startup Lokal Banten yang Patut Diperhatikan di 2025, dari Agritech hingga Fintech

Selasa, 14 Juli 2026 • 17:12:51 WIB
5 Startup Lokal Banten yang Patut Diperhatikan di 2025, dari Agritech hingga Fintech
Pendiri PasarPetani menunjukkan platform agregasi yang menghubungkan petani hortikultura Lebak dengan ritel modern di Tangerang Selatan dan Serang.

Provinsi Banten, khususnya area Tangerang Raya dan Serang, selama ini lebih dikenal sebagai lokasi pabrik dan kawasan industri. Namun di sela-sela hiruk pikuk logistik dan manufaktur, lahir startup-startup yang menjawab masalah konkret warga lokal. Beberapa di antaranya bahkan sudah mencatatkan pendanaan awal dari investor regional.

Berikut lima startup asli Banten yang layak masuk radar Anda, baik sebagai pengguna maupun pengamat industri. Data dihimpun dari laporan media lokal dan wawancara langsung dengan pendiri pada kuartal pertama 2025.

1. PasarPetani: Menghubungkan Petani Lebak dengan Pasar Modern

Didirikan oleh dua alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, PasarPetani fokus pada komoditas hortikultura dari Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Startup ini mengoperasikan platform agregasi yang memotong rantai distribusi yang biasanya panjang.

Petani bisa menjual cabai, tomat, atau sayuran daun langsung ke ritel modern di Tangerang Selatan dan Serang. Sistemnya menggunakan pre-order 24 jam sebelumnya, sehingga mengurangi risiko busuk di perjalanan. Harga di tingkat petani tercatat 15-20 persen lebih tinggi dibandingkan menjual ke tengkulak.

2. KerjaYuk: Platform Rekrutmen untuk Pekerja Informal

Berbasis di Cilegon, KerjaYuk menyasar segmen yang jarang tersentuh portal kerja konvensional: buruh harian lepas, sopir angkutan, dan pekerja rumah tangga. Mereka memverifikasi langsung calon pekerja lewat kunjungan ke alamat domisili di kelurahan setempat.

Startup ini bekerja sama dengan koperasi di Kecamatan Cibeber dan Pulomerak. Pendaftar cukup datang ke kantor koperasi dengan KTP, lalu data mereka diunggah ke aplikasi. Perusahaan di kawasan industri Krakatau Steel dan Merak menjadi pengguna utama jasa rekrutmen ini.

3. BankSampah Digital: Solusi Sampah untuk Warga Tangsel

Beroperasi sejak 2023, startup ini mengubah cara warga Kota Tangerang Selatan mengelola sampah rumah tangga. Nasabah menyetorkan sampah anorganik ke drop point di kelurahan, lalu mendapat saldo digital yang bisa ditukar dengan pulsa atau sembako.

Mereka sudah menggandeng 12 bank sampah unit di Kecamatan Serpong dan Pondok Aren. Volume sampah yang terkumpul per bulan rata-rata 8 ton, jauh di atas target awal. Sistem ini mengurangi beban tempat pembuangan akhir regional di Cipeucang.

4. SiKost: Aplikasi Manajemen Kos untuk Mahasiswa

Banyak mahasiswa di Serang dan Cilegon kesulitan mencari kos yang terverifikasi. SiKost hadir sebagai platform listing properti sewa yang diverifikasi langsung tim lapangan. Setiap kos difoto, diukur, dan dicatat fasilitasnya secara detail.

Fitur unggulannya adalah sistem rating dari penghuni sebelumnya. Calon penyewa bisa membaca ulasan tentang pemilik kos, ketegasan aturan jam malam, hingga kualitas air di kamar mandi. Startup ini sudah mencakup lebih dari 400 unit kos di sekitar kampus Untirta dan Universitas Bina Bangsa.

5. WarungConnect: Digitalisasi Warung Kopi dan Kelontong

WarungConnect membantu pemilik warung di pinggir jalan Banten untuk menerima pembayaran digital tanpa ribet. Mereka menyediakan QRIS statis yang terintegrasi dengan aplikasi kasir sederhana. Pemilik warung cukup menunjukkan kode QR di etalase.

Startup ini bermitra dengan bank daerah dan perusahaan teknologi finansial. Sampai Maret 2025, sudah ada 1.200 warung binaan di Kabupaten Tangerang dan Kota Serang. Transaksi rata-rata per warung naik 30 persen karena pembeli tidak perlu khawatir soal uang kembalian.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah startup-startup ini sudah mendapat pendanaan?
Beberapa sudah mengantongi pendanaan awal dari angel investor dan program akselerator yang berbasis di Banten. PasarPetani misalnya, mendapat hibah dari dinas pertanian setempat. SiKost baru saja menutup putaran pre-seed dari investor individu.

Bagaimana cara menghubungi startup-startup ini?
Sebagian besar bisa dihubungi lewat akun Instagram resmi atau website masing-masing. Cari nama startup di mesin pencari dan pastikan domainnya .com atau .id, bukan situs palsu.

Apakah ada inkubator startup di Banten?
Ada. Banten Techno Park di Puspiptek Serpong dan Mal Pelayanan Publik di Kota Serang rutin mengadakan program inkubasi. Beberapa startup di atas lahir dari program tersebut.

Bagaimana peluang kerja di startup Banten?
Lumayan terbuka, terutama untuk posisi operasional lapangan, kurir, dan teknisi. Gaji bervariasi tergantung pengalaman. Cek langsung lowongan di platform kerja seperti LinkedIn atau Jobstreet.

Apakah startup ini hanya melayani warga Banten?
Mayoritas memang fokus di Banten dulu. Tapi WarungConnect dan BankSampah Digital sudah mulai ekspansi ke wilayah Jawa Barat bagian barat seperti Bogor dan Depok.

Lanskap startup di Banten masih jauh dari kata jenuh. Para pendiri umumnya orang lokal yang paham betul soal kemacetan di Jalan Raya Serang, masalah sampah di permukiman padat, atau sulitnya petani Lebak mengakses pasar. Inilah yang membuat solusi mereka terasa membumi dan langsung bisa dipakai. Pantau terus perkembangan mereka—bisa jadi salah satunya menjadi unicorn berikutnya dari tanah Jawara.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks