CILEGON — Kepadatan pengunjung di kawasan wisata Pantai Anyer terpantau sejak Jumat (3/7) dan diprediksi terus meningkat hingga masa libur sekolah berakhir. Di tengah keramaian itu, status Gunung Anak Krakatau yang masih Siaga menjadi perhatian serius aparat keamanan setempat.
Arahan Petugas: Tenang, Waspada, Siap Dievakuasi
Kepala Satuan Pengamanan Objek Vital (Kasat Pam Obvit) Polres Cilegon, Ipda Yogie Faisal, secara langsung mengingatkan para pengunjung untuk tidak mengabaikan arahan petugas di lapangan. “Kami mengimbau seluruh wisatawan untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, tidak mengabaikan arahan petugas, serta segera mengikuti prosedur evakuasi apabila terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan,” kata Yogie di Cilegon, Senin (6/7/2026).
Pantai Tetap Ramai, Aktivitas Vulkanik Masih Terekam
Meski imbauan keselamatan terus digaungkan, pantai-pantai di Anyer tetap menjadi tujuan utama wisatawan dari berbagai daerah di Banten dan luar provinsi. Sebagian besar pengunjung memanfaatkan momentum liburan untuk berenang dan bersantai di tepi pantai.
Sementara itu, berdasarkan data Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih didominasi oleh semburan asap atau uap dari kawah yang disertai tremor berkelanjutan. Hingga kini, status gunung yang berada di perairan Selat Sunda itu belum diturunkan dari Level III atau Siaga.
Yang Harus Dilakukan Wisatawan Saat di Pantai
Aparat meminta wisatawan untuk terus memantau informasi resmi dari otoritas terkait dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Beberapa langkah yang ditekankan petugas meliputi:
- Patuhi arahan petugas yang berjaga di setiap titik wisata, terutama saat terjadi situasi darurat.
- Kenali jalur evakuasi terdekat dari lokasi wisatawan berada.
- Segera menjauh dari bibir pantai apabila mendengar sirine atau instruksi dari petugas.
- Jangan menyebarkan informasi palsu yang dapat memicu kepanikan massal.
Polres Cilegon memastikan personel gabungan masih akan berjaga di kawasan wisata hingga akhir masa libur sekolah untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.