TANGERANG — Rumah-rumah warga di permukiman sekitar TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, kini kosong ditinggal mengungsi. Polisi memastikan lokasi tersebut dalam pengawasan ketat, terutama pada malam hari, untuk mengantisipasi gangguan keamanan.
Polisi Patroli Rayon dan Dirikan Tujuh Titik Penyekatan
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyatakan pihaknya telah menurunkan petugas dari jajaran Polresta Tangerang untuk menjaga tempat tinggal warga yang mengungsi. "Saat ini ada 192 orang yang mengungsi. Semua baik tempat tidur pengungsian sudah disiapkan," ujarnya di Tangerang, Rabu.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada menambahkan, patroli dilakukan secara rayon dengan melibatkan personel gabungan dari sejumlah polsek. Selain bertugas di area kebakaran, petugas juga berjaga di pos pengungsian dan melakukan patroli keliling permukiman.
"Jadi selain melakukan tugas di area kebakaran, petugas Polri juga melaksanakan tugas yang berada di pos pengungsian, termasuk juga melaksanakan giat patroli rumah-rumah yang ditinggalkan tadi," ungkap Indra.
25 Personel Sat Samapta Lakukan Penyisiran dengan Motor Trail
Untuk memastikan tidak ada titik api yang meluas atau akses ilegal ke lokasi bencana, polisi mendirikan tujuh titik penyekatan di sekitar TPA Jatiwaringin. Hanya petugas yang terlibat dalam operasi pemadaman yang diizinkan melintas, seperti personel pemadam kebakaran, Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, dan tenaga medis.
Selain penyekatan, sebanyak 25 personel Sat Samapta dikerahkan setiap hari untuk melakukan penyisiran di area kebakaran menggunakan motor trail. "Kami juga akan menyiapkan sebanyak kurang lebih 25 personel dari jajaran Sat Samapta untuk setiap harinya akan melakukan penyisiran menggunakan motor trail yang sudah kita persiapkan," kata Indra.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6) dan proses pemadaman masih berlangsung. Operasi ini melibatkan petugas gabungan dengan dukungan alat berat dan helikopter water bombing dari Manggala Agni Kemenhut.