TANGERANG — Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menekankan bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan bukanlah persoalan sepele. Ia menyebut perundungan yang kerap terjadi saat ini bisa meninggalkan luka permanen dan mengganggu tumbuh kembang anak.
"Kita harus memastikan sekolah benar-benar bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya," ujar Intan dalam sosialisasi yang digelar di Kabupaten Tangerang, Rabu.
Guru Bukan Hanya Pendidik, tapi Juga Pelindung
Intan mendorong para tenaga pendidik untuk mengedepankan pendekatan berbasis kasih sayang, komunikasi positif, kesabaran, dan keteladanan. Menurutnya, apa yang diajarkan dan dicontohkan guru hari ini akan melekat dalam ingatan anak hingga dewasa.
"Saya meyakini bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pelindung, pembimbing, sekaligus teladan bagi anak-anak kita," tegasnya.
Komitmen Kabupaten Tangerang Menuju Status Layak Anak
Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mewujudkan daerah berstatus layak anak. Intan mengajak seluruh guru PAUD dan TK untuk terus memperkuat sinergi agar sekolah menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak.
"Ketika anak-anak tumbuh tanpa kekerasan, mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan bimbingan dengan penuh kasih sayang maka kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing," kata dia.
DP3A Libatkan Guru dari 29 Kecamatan
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengatakan sosialiasi ini melibatkan guru dan peserta didik dari 29 kecamatan. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas pengetahuan tenaga pendidik dalam mencegah kekerasan di sekolah.
"Kita akan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan ramah anak sehingga proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal," ujar Asep.