Pencarian

Listrik Padam 6 Hari di Kalbar, Ratusan Massa BPM Kepung Kantor PLN Tuntut 4 Hal ke Menteri

Kamis, 09 Juli 2026 • 17:33:01 WIB
Listrik Padam 6 Hari di Kalbar, Ratusan Massa BPM Kepung Kantor PLN Tuntut 4 Hal ke Menteri
Ratusan massa BPM Kalbar menggelar aksi protes di kantor PLN UID Kalbar terkait pemadaman listrik selama enam hari.

BANTEN — Ketua BPM Kalbar, Gusti Eddy, memimpin langsung orasi di depan gerbang kantor PLN UID Kalbar, Jalan Adisucipto, Kubu Raya. Massa yang membawa lilin sebagai simbol protes merasa kecewa karena Manajer Komunikasi PLN UID Kalbar tidak bersedia menemui mereka.

"Kami mengecam pemadaman brutal ini. Aktivitas warga lumpuh, usaha mikro mati, dan ini preseden buruk yang tidak pernah terjadi sebelumnya di Kalbar," tegas Gusti Eddy dalam orasinya.

Berikut empat tuntutan yang disuarakan massa:

Pertama, pemulihan total listrik. BPM mendesak PLN segera menghentikan pemadaman bergilir dan memulihkan pasokan listrik secara penuh di seluruh wilayah Kalimantan Barat tanpa alasan penundaan.

Kedua, jangan bebani rakyat. Massa menolak jika pemerintah daerah maupun PLN membebankan biaya operasional atau kerugian akibat pemadaman kepada masyarakat yang daya belinya sedang tergerus. Mereka menolak keras kompromi tarif di tengah pelayanan yang buruk.

Ketiga, kompensasi nyata untuk UMKM. BPM menuntut PLN memberikan ganti rugi langsung berupa pembebasan biaya beban, potongan tarif, serta mengganti kerusakan alat elektronik milik warga, pedagang kaki lima (PKL), warung kopi, dan pelaku usaha terdampak.

Keempat, jaminan fasilitas publik. Massa meminta pasokan listrik bebas gangguan untuk sektor krusial seperti rumah sakit, puskesmas, tempat ibadah, dan instalasi pengolahan air bersih.

Simbol Lilin dan Desakan Evaluasi Total

Gusti Eddy menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam. "Saya minta Menteri terkait melakukan evaluasi. Ini tidak beres. Ini sejarah, kita tinggal di Kalbar, selama ini tidak pernah terjadi pemadaman seperti ini. Tadi kami kasih simbol lilin sebagai pukulan—masa kita kembali ke zaman dulu?" tandasnya.

BPM Kalbar secara khusus mendesak evaluasi total terhadap kinerja Manajer Komunikasi PLN UID Kalbar yang dinilai gagal mengelola krisis dan komunikasi publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN UID Kalbar belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi unjuk rasa dan tuntutan yang disampaikan massa. Pemadaman listrik sejak 2 Juli 2026 menjadi yang terparah dalam sejarah kelistrikan Kalimantan Barat, memicu kemarahan lintas elemen masyarakat.

Bagikan
Sumber: redaksisatu.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks