PANDEGLANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang telah memetakan potensi bencana kekeringan yang bakal meluas. Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) yang disusun instansi tersebut, ancaman kekeringan tahun ini tidak main-main: mencakup 150 desa di 20 kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengonfirmasi bahwa tiga kecamatan sudah merasakan dampaknya. "Sudah ada tiga kecamatan yang mengajukan bantuan air bersih, yakni Karangtanjung, Angsana, dan Sindangresmi. Ketiga kecamatan itu sudah dilanda kekeringan," ujarnya.
Distribusi Air Bersih Mulai Berjalan
BPBDPK langsung merespons dengan menyalurkan bantuan air bersih ke titik-titik yang paling mendesak. Pada hari ini, distribusi difokuskan ke Kecamatan Sindangresmi dan Karangtanjung, sehari sebelumnya giliran Kecamatan Angsana yang mendapat pasokan.
Langkah ini diambil setelah warga di tiga kecamatan tersebut secara resmi mengajukan permohonan bantuan. Belum ada laporan mengenai jumlah warga yang terdampak, namun permintaan yang masuk ke BPBDPK menjadi indikasi bahwa cadangan air bersih di tingkat rumah tangga mulai menipis.
Mengapa Potensi Kekeringan Meluas?
Berdasarkan data KRB, 150 desa yang tersebar di 20 kecamatan ini dinilai memiliki kerentanan tinggi terhadap kekeringan. Faktor geografis dan infrastruktur sumber daya air yang terbatas menjadi penyebab utama. Wilayah-wilayah ini biasanya bergantung pada sumur dangkal atau pasokan air dari sungai yang mudah surut saat kemarau panjang.
Pandeglang sendiri merupakan salah satu kabupaten di Banten yang kerap berstatus siaga darurat kekeringan setiap musim kemarau. Pola yang sama diperkirakan berulang pada tahun 2026 ini, bahkan dengan cakupan yang lebih luas jika tidak ada penanganan cepat.
Apa Langkah Selanjutnya dari BPBDPK?
Riza Ahmad Kurniawan menyebutkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan. Jika permintaan bantuan dari kecamatan lain masuk, BPBDPK siap memperluas jangkauan distribusi air bersih. "Hari ini kami mendistribusikan air bersih ke Kecamatan Sindangresmi dan Karangtanjung, sedangkan kemarin ke Angsana," kata Riza, memastikan bahwa logistik bantuan masih mencukupi untuk tahap awal.
Masyarakat di wilayah yang belum terdampak diimbau untuk mulai melakukan hemat air dan memanfaatkan penampungan hujan jika masih ada. Pemerintah daerah juga diharapkan segera menyusun strategi jangka panjang, seperti normalisasi embung atau pembuatan sumur bor di titik-titik strategis, agar krisis serupa tidak terus berulang setiap tahun.