LEBAK — Angka inflasi Kabupaten Lebak pada awal Mei 2026 berada di posisi 2,0 persen, di bawah rata-rata nasional yang mencapai 2,51 persen dan provinsi Banten 2,49 persen. Meski tergolong stabil, pemerintah daerah tidak mengurangi tekanan pengendalian harga.
Dua program utama dijalankan secara paralel. Gerakan pangan murah (GPM) menjadi tugas Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang), sementara operasi pasar (OP) digarap oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Bulog. Keduanya menyasar harga bahan pokok yang kerap fluktuatif.
Pasar Murah Sudah Masuk ke 28 Kecamatan
Kepala Disketapang Lebak Imam Rismahayadin mengatakan, pekan ini GPM digelar di Kecamatan Wanasalam. Sebelumnya, kegiatan serupa sudah dilakukan di beberapa titik di Rangkasbitung. Targetnya, seluruh kecamatan kebagian jatah.
"Kami melakukan GPM itu dilakukan di 28 kecamatan dan stok CPPD yang ada sebanyak 117 ton," kata Imam.
Cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) itu menjadi bantalan saat harga pasar merangkak naik. Stok tersebut disalurkan lewat pasar murah dengan harga di bawah eceran.
Operasi Pasar dan Bantuan untuk Warga Miskin Ekstrem
Selain GPM, Pemkab Lebak menggandeng Bulog untuk operasi pasar. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bapperida Lebak Widy Ferdian menyebut kolaborasi ini melibatkan distributor bahan pokok dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Bapanas turut menyalurkan bahan pokok untuk masyarakat miskin kategori Desil 1 dan 5. Langkah ini diambil agar kelompok rentan tetap bisa mengakses pangan dengan harga terjangkau.
"Kami meyakini melalui kegiatan itu dapat meningkatkan daya beli masyarakat," ujar Widy dalam keterangan di Rangkasbitung, Selasa.
Penyerapan Gabah dan Percepatan Tanam Hadapi El Nino
Pemerintah tidak hanya mengandalkan intervensi pasar. Perusahaan daerah "Lebak Niaga" dioptimalkan untuk menyerap gabah petani. Tujuannya, menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil sekaligus mengisi lumbung pangan daerah.
Di sisi hulu, gerakan percepatan tanam digencarkan untuk mengantisipasi fenomena "Godzilla El Nino". Fenomena ini diperkirakan memicu suhu panas ekstrem dan kekeringan di wilayah Lebak.
"Kami minta petani dapat mengoptimalkan lahan untuk ditanami padi, hortikultura dan palawija untuk memenuhi ketersediaan pangan masyarakat," kata Widi menambahkan.
Stok Cadangan Pangan 117 Ton Jadi Bantalan Harga
Dengan stok CPPD yang mencapai 117 ton, Pemkab Lebak memiliki ruang gerak untuk mengintervensi harga jika terjadi lonjakan. Kombinasi antara pasar murah, operasi pasar, penyerapan gabah, dan percepatan tanam diharapkan mampu menjaga inflasi tetap di bawah kendali hingga akhir tahun.