BANTEN — Kemenangan ini memastikan Maroko melaju ke babak 16 besar turnamen, menyusul performa impresif mereka di Qatar 2022. Sementara itu, petualangan perdana Kanada di fase gugur Piala Dunia harus terhenti di tangan salah satu tim terkuat Afrika.
Gol Brahim Diaz dan Penalti Hakimi Bungkam Kanada
Maroko tampil dominan sejak menit awal. Brahim Diaz membuka keunggulan pada menit ke-24, memanfaatkan umpan terobosan Achraf Hakimi. Namun, Kanada sempat menyamakan kedudukan lewat aksi individu Jonathan David di menit ke-38 setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak pertama usai. Maroko kembali tancap gas di babak kedua. Wasit memberikan hadiah penalti setelah bek Kanada, Kamal Miller, melanggar Ismael Saibari di kotak terlarang. Achraf Hakimi sukses mengeksekusi bola ke sudut kiri gawang pada menit ke-62.
Kiper Kanada Crepeau Jadi Pahlawan Kegagalan
Meski kalah, kiper Kanada Maxime Crepeau tampil gemilang dengan melakukan tujuh penyelamatan. Beberapa peluang emas Maroko dari Azzedine Ounahi dan Ismael Saibari digagalkan oleh penjaga gawang berusia 30 tahun itu. Namun, ketangguhannya tak cukup menahan agresivitas lini depan Maroko yang menguasai 62 persen penguasaan bola.
Alphonso Davies Starter, Tapi Tak Cukup
Kabar baik bagi Kanada datang dari kembalinya Alphonso Davies sebagai starter. Pemain Bayern Munich itu sempat diragukan tampil karena cedera, tapi ia mampu bermain penuh. Sayang, pergerakannya di sisi kiri terlalu mudah dibaca bek Maroko, Noussair Mazraoui.
Pelatih Kanada Jesse Marsch mengakui timnya kalah kelas. "Kami sudah berjuang, tapi Maroko punya kualitas individu yang luar biasa. Mereka layak menang," ujar mantan pelatih Leeds United itu seusai laga.
Catatan 34 Laga Tak Terkalahkan Maroko
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Maroko menjadi 34 laga di semua kompetisi — termasuk kemenangan AFCON 2025. The Atlas Lions kini menjadi momok bagi tim-tim unggulan. Selanjutnya, mereka akan menghadapi pemenang laga antara Prancis dan Paraguay di babak 16 besar.
Bagi Kanada, kekalahan ini tetap menjadi pencapaian bersejarah. Untuk pertama kalinya mereka lolos dari fase grup Piala Dunia setelah tiga edisi sebelumnya selalu tersingkir di babak awal. "Kami pulang dengan kepala tegak," tambah Marsch.