CILEGON — Langkah Samsat Cilegon ini menjadi strategi untuk menggenjot penerimaan daerah di tengah masih rendahnya kesadaran wajib pajak. Kepala UPTD Pengelolaan Pendapatan Daerah (Samsat) Cilegon, Tb. Mochamad Kurniawan, mengungkapkan bahwa penelusuran dilakukan berdasarkan target penyelesaian tunggakan yang diberikan kepada setiap petugas.
Target 10 Kendaraan per Pegawai Selama Tiga Bulan
Setiap pegawai di lingkungan Samsat Cilegon dibebani target untuk menelusuri 10 kendaraan yang menunggak. Dengan total 64 pegawai, instansi ini memiliki target penyelesaian sebanyak 1.178 kendaraan dalam kurun waktu tiga bulan.
“Alhamdulillah, dari 1.178 kendaraan yang menjadi target, sebanyak 678 kendaraan sudah membayar pajak. Saat ini kami fokus menyelesaikan sisanya melalui program penelusuran yang sedang berjalan,” kata Kurniawan, Selasa (2/6/2026).
Mengapa Kantong Parkir Perkantoran dan Pabrik Jadi Sasaran?
Samsat Cilegon membagi petugasnya menjadi sembilan tim yang akan menyasar hampir 30 titik lokasi parkir selama periode 2 hingga 30 Juni 2026. Lokasi-lokasi tersebut meliputi area parkir di perkantoran, perusahaan, pabrik, hingga sekolah di seluruh wilayah Kota Cilegon.
Metode ini dipilih karena petugas bisa langsung menemukan kendaraan yang terdata menunggak tanpa harus menunggu pemiliknya datang ke kantor Samsat. “Kami membagi petugas menjadi sembilan tim. Ada hampir 30 lokasi yang akan kami telusuri. Mudah-mudahan hasilnya signifikan dan dapat meningkatkan realisasi pembayaran pajak kendaraan bermotor,” ujar Kurniawan.
Thermal Printer dan Layanan Bayar di Tempat
Setiap tim dibekali perangkat cetak portabel atau thermal printer untuk mencetak surat pemberitahuan secara langsung. Surat tersebut kemudian ditempelkan pada kendaraan yang teridentifikasi memiliki tunggakan pajak.
“Petugas akan mendatangi langsung lokasi parkir. Kendaraan yang terdata menunggak akan diberikan pemberitahuan yang dicetak menggunakan alat thermal printer dan ditempelkan pada kendaraan yang bersangkutan,” jelas Kurniawan.
Tak hanya memberi peringatan, petugas juga melayani wajib pajak yang ingin langsung menyelesaikan kewajibannya di lokasi penelusuran. Sistem pembayaran telah disiapkan sehingga pemilik kendaraan tidak perlu repot datang ke kantor Samsat.
“Kami memaksimalkan kegiatan ini sampai 30 Juni. Jika pemilik kendaraan ingin langsung membayar saat dilakukan penelusuran, petugas dapat membantu proses pembayaran secara langsung sehingga lebih mudah dan cepat,” katanya.
Apa Langkah Selanjutnya Setelah 30 Juni?
Hingga berita ini diturunkan, Samsat Cilegon masih fokus menyelesaikan sisa tunggakan sebanyak 500 kendaraan yang belum membayar. Program penelusuran ini diharapkan mampu menekan angka tunggakan PKB yang kerap menjadi kendala dalam optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Cilegon.