CILEGON — Mekanisme organisasi di tubuh Partai Golkar Kota Cilegon bergerak cepat. Hanya berselang beberapa hari setelah Ketua DPD sebelumnya, Ratu Ati Marliati, mengajukan pengunduran diri, pengurus partai menggelar rapat pleno pada Sabtu (23/5/2026) untuk memilih pengganti sementara.
Hasilnya, Ratu Amalia Hayani, yang juga menjabat Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Golkar, ditetapkan sebagai Plt Ketua DPD Golkar Cilegon. Ia menegaskan bahwa proses transisi ini sudah sesuai dengan aturan internal partai.
Program Idul Adha Jadi Prioritas Awal
Tak ingin ada kekosongan kegiatan, Ratu Amalia menyebut agenda partai justru sedang padat. Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang akan datang menjadi fokus pertama yang harus dijalankan.
“Saat ini agenda Partai Golkar cukup padat mengingat momentum yang berdekatan dengan Idul Adha. Partai Golkar Kota Cilegon hadir untuk masyarakat dengan mengadakan pemotongan hewan qurban dari Partai Golkar untuk masyarakat setempat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (25/5/2026).
Masa Tugas Plt Tunggu SK dari Provinsi
Meski telah menjalankan fungsi ketua sehari-hari, masa jabatan Ratu Amalia sebagai Plt belum final. Ia menjelaskan, durasi standar untuk posisi ini biasanya enam bulan, namun kepastiannya masih bergantung pada surat keputusan (SK) yang akan diterbitkan oleh DPD I Partai Golkar Provinsi Banten.
“Plt biasanya sampai enam bulan. Nanti dilihat dari SK Plt yang akan dikeluarkan oleh DPD I Partai Golkar Provinsi Banten itu berapa lama, paling lama biasanya enam bulan,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa seluruh program yang telah dirancang oleh pendahulunya, Ratu Ati, akan tetap dilanjutkan. “Saya akan pastikan roda organisasi Partai Golkar Kota Cilegon akan berjalan dengan baik dan melanjutkan program sebelumnya dari Ibu Ratu Ati yang telah berjalan,” pungkasnya.