BANTEN — Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga perak batangan hari ini tercatat di Rp 51.400 per gram. Angka ini naik signifikan dari posisi sebelumnya yang hanya Rp 49.550 per gram pada perdagangan akhir pekan lalu.
Antam saat ini menyediakan tiga varian produk perak: batangan 250 gram seharga Rp 13.375.000, batangan 500 gram seharga Rp 25.825.000, dan perak butiran murni dengan kadar 99,95 persen. Kenaikan harga ini terjadi seiring membaiknya sentimen di pasar komoditas global.
Mengutip data TradingEconomics, harga perak dunia melesat 2,91 persen ke level USD 77,54 per ounce pada Senin (25/5). Pasar merespons positif laporan tentang potensi kesepakatan AS-Iran yang disebut-sebut bisa membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri perang, dan membebaskan sebagian aset Iran yang dibekukan.
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump menegaskan blokade Selat Hormuz akan tetap dipertahankan hingga kesepakatan formal benar-benar rampung. Sikap ini membuat pasar masih waspada terhadap risiko eskalasi.
Tekanan Inflasi dan Suku Bunga Masih Bayangi Logam Mulia
Pemulihan harga perak dan emas masih menghadapi hambatan dari kebijakan moneter global. Gubernur Federal Reserve Christopher Waller baru-baru ini memberi sinyal bahwa bank sentral AS tidak lagi memiliki bias pelonggaran dalam pernyataan kebijakannya. Artinya, suku bunga tinggi berpotensi bertahan lebih lama.
Presiden Asset Strategies International Rich Checkan menilai harga emas masih berpotensi melemah. "Pemangkasan suku bunga sudah lama tidak menjadi pilihan. Sekarang wacana kenaikan suku bunga mulai kembali muncul," ujarnya. Menurut dia, kenaikan suku bunga biasanya mendorong investor beralih ke instrumen berimbal hasil lebih tinggi, menjauhi logam mulia.
Data ekonomi AS terbaru juga menambah tekanan. Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga Konsumen (CPI) menunjukkan kenaikan yang cukup tinggi, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan tetap agresif.
Analis: Pasar Masih Menunggu Arah yang Jelas
Managing Director Bannockburn Global Forex Marc Chandler mengatakan harga emas sempat menembus area dukungan di level USD 4.500 per ons. "Emas telah melewati area dukungan di USD 4.500, tetapi sebagian besar pekan kemarin bergerak konsolidasi di atas level tersebut," katanya.
Menurut Chandler, emas belum menunjukkan sinyal penguatan yang kuat. Untuk mengonfirmasi kenaikan, harga perlu menembus level USD 4.600 per ons. Jika gagal, risiko penurunan hingga mendekati rata-rata pergerakan 200 hari di kisaran USD 4.370 masih terbuka.
Ia juga memperingatkan konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan bisa memicu aksi jual cadangan emas oleh negara-negara seperti Turki dan negara-negara Teluk.
Sementara itu, Presiden Phoenix Futures and Options Kevin Grady memilih wait and see. "Saya pikir sekarang semua orang sebaiknya menunggu. Tidak ada yang benar-benar tahu arah pasar," ujarnya. Menurut Grady, volume transaksi yang rendah membuat pergerakan harga sangat rentan terhadap berita mendadak.