Pencarian

Harga Emas Spot Naik Tipis 0,1% ke USD4.547, Dolar Melemah dan Imbal Hasil Obligasi Turun Jadi Bantalan

Jumat, 22 Mei 2026 • 08:06:01 WIB
Harga Emas Spot Naik Tipis 0,1% ke USD4.547, Dolar Melemah dan Imbal Hasil Obligasi Turun Jadi Bantalan
Harga emas spot naik tipis 0,1% ke USD4.547,54 per ons pada perdagangan pagi hari.

BANTENHarga emas spot tercatat naik tipis 0,1% menjadi USD4.547,54 per ons pada pukul 01.04 WIB, berdasarkan data Reuters dari Bengaluru. Sebelumnya, harga sempat anjlok cukup dalam di awal perdagangan. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni justru ditutup melemah 0,1% ke posisi USD4.542,50 per ons.

Tiga Faktor yang Menahan Pelemahan Emas

Pasar logam mulia mendapat angin segar dari tiga sentimen utama. Pertama, dolar AS mulai memangkas penguatannya, membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Kedua, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 0,2%, mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga. Ketiga, harga minyak yang sempat bergerak liar akhirnya melemah.

Vice President Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan koreksi harga minyak dan pelemahan dolar menjadi sentimen konstruktif bagi logam kuning dalam jangka pendek. "Namun investor belum sepenuhnya yakin karena berbagai upaya perundingan sebelumnya kerap gagal menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama," ujarnya.

Konflik Geopolitik dan Dampaknya ke Inflasi

Sejak perang meletus pada akhir Februari, harga emas tercatat telah merosot lebih dari 14%. Konflik tersebut mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, memicu lonjakan harga energi global dan memperbesar kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dunia. Situasi ini membuat bank sentral berada di bawah tekanan untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali menaikkannya.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi lebih tinggi membuat prospek emas masih terhambat. "Walaupun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, logam mulia ini umumnya kesulitan mencatat reli besar pada periode suku bunga tinggi," jelasnya. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Peluang The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga Meningkat

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 58% bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026. Probabilitas tersebut meningkat dibandingkan 48% sehari sebelumnya, berdasarkan data FedWatch Tool milik CME Group. Angka ini menjadi bayangan utama bagi prospek emas dalam waktu dekat.

Logam Mulia Lainnya Ikut Menguat

Harga perak spot naik 0,9% menjadi USD76,63 per ons. Platinum bertambah 0,6% ke level USD1.962 per ons, sementara paladium melonjak 1,1% menjadi USD1.384,50 per ons. Pergerakan ini menunjukkan sentimen positif di seluruh sektor logam mulia, meskipun masih dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter global.

Investasi mengandung risiko. Data harga yang digunakan dalam artikel ini merupakan data historis dan tidak dapat dijadikan sebagai jaminan kinerja di masa mendatang.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks