TANGERANG — Sebanyak 2.000 paket sembako murah disiapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang dalam GPM yang digelar di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa. Setiap paket berisi beras premium 2 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter.
Harga Paket Hampir Setengah Harga Pasar
Paket sembako itu dijual dengan harga Rp43 ribu, sementara jika dibeli satuan di pasaran nilainya mencapai sekitar Rp85 ribu. Selisih harga ini menjadi daya tarik utama bagi warga yang ingin berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Selain paket utama, sejumlah produk pangan lain seperti sayur-mayur segar, hasil olahan pertanian, dan perikanan juga tersedia dengan harga di bawah standar pasar. Kegiatan ini merupakan intervensi langsung pemerintah daerah untuk merespons fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kerap membebani daya beli masyarakat.
Disperindag: Intervensi Rutin untuk Jaga Keseimbangan Pasar
Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan GPM bukan sekadar acara seremonial, melainkan program berkala yang sudah menjadi komitmen daerah.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan upaya stabilisasi harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok,” ujarnya kepada wartawan di lokasi, Rabu.
Menurut Resmiyati, kegiatan ini digelar secara bergilir di berbagai titik di Kabupaten Tangerang. Alun-Alun Tigaraksa dipilih sebagai lokasi perdana karena berada di pusat pemerintahan dan mudah diakses warga dari berbagai kecamatan.
Target: Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap GPM tidak hanya menekan lonjakan harga di tingkat konsumen, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah. Ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau diharapkan mampu menekan inflasi di sektor pangan yang kerap menjadi momok bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.
Warga yang hadir tampak antre sejak pagi untuk mendapatkan paket sembako. Salah satu warga Tigaraksa, Siti (42), mengaku terbantu dengan adanya program ini. “Biasanya belanja seminggu bisa habis Rp100 ribu lebih, sekarang dapat paket lengkap cuma Rp43 ribu. Lumayan untuk stok dapur,” katanya.
Jadwal GPM Selanjutnya Belum Diumumkan
Hingga berita ini diturunkan, Disperindag belum merilis jadwal pasti pelaksanaan GPM berikutnya. Namun, Resmiyati memastikan program ini akan terus berjalan secara periodik sepanjang tahun, terutama menjelang hari besar keagamaan atau saat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan signifikan.