TANGERANG — Empat helikopter yang dikerahkan untuk water bombing di TPA Jatiwaringin resmi dihentikan operasinya, Sabtu (11/7/2026). Keputusan ini diambil setelah pemantauan drone thermal pada malam hari sebelumnya tidak mendeteksi adanya titik api atau hotspot di area seluas puluhan hektare itu.
"Fokus selanjutnya adalah pembasahan dan pendinginan. Tujuannya agar tumpukan sampah tetap lembap sehingga tidak memicu kebakaran kembali," ujar Riswandi kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).
Kolaborasi Lintas Instansi Dinilai Sukses Padamkan Api
Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Suharyono, menilai keberhasilan penanganan kebakaran ini tidak lepas dari koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut proses pemadaman berjalan cepat berkat orkestrasi yang dilakukan Bupati Tangerang.
"Yang terjadi di TPA Jatiwaringin merupakan koordinasi dan kolaborasi yang sangat baik dari seluruh komponen. Mulai pemerintah pusat hingga daerah, lintas kementerian, yang diorkestrasi dengan baik oleh Bupati Tangerang, sehingga proses pemadaman dapat berjalan cepat dan berhasil," kata Suharyono.
Personel Manggala Agni Bertugas Delapan Hari, Semua Sehat
Suharyono menambahkan, personel Manggala Agni telah bertugas selama delapan hari di lokasi kebakaran dan seluruhnya dalam kondisi sehat. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, seluruh hotspot telah dinyatakan bersih.
"Alhamdulillah, perkembangan hotspot hingga tadi malam sudah clear, tidak ada lagi titik panas. Artinya kebakaran telah selesai," ucapnya.
Metode Injeksi dan Water Bombing Jadi Kunci Pemadaman
Sebelumnya, operasi pemadaman dioptimalkan dengan penambahan dua armada helikopter water bombing, sehingga total menjadi empat unit yang beroperasi. Selain kekuatan udara, petugas gabungan dari BPBD, BNPB, KLH, dan Kemenhut juga melakukan pemadaman dari darat menggunakan alat berat dan metode injeksi untuk menjangkau api di bawah timbunan sampah.
Kendati demikian, petugas tetap mewaspadai potensi api muncul kembali akibat panas yang masih tersimpan di dalam timbunan sampah. Proses pembasahan dan pendinginan akan terus dilakukan hingga suhu tumpukan benar-benar normal.