SERANG — Ida Rosida Lutfi, politisi senior yang juga menjabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Banten, menorehkan capaian akademik baru. Ia dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di IPDN, Jakarta, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80 dan predikat cumlaude.
Disertasi yang dipertahankan Ida berjudul “Kepemimpinan Pemerintahan: Studi Kepemimpinan Gender dalam Penanganan Stunting di Kabupaten Serang, Provinsi Banten”. Topik ini mengangkat peran pemimpin perempuan dalam intervensi masalah gizi kronis yang menjadi prioritas nasional.
Disertasi soal Stunting dan Kepemimpinan Perempuan
Dalam penelitiannya, Ida mengupas efektivitas kepemimpinan berbasis gender di tingkat kabupaten. Kabupaten Serang dipilih sebagai lokus studi karena angka stunting di wilayah tersebut masih menjadi perhatian serius Pemprov Banten.
“Bagi saya, belajar itu tidak ada akhirnya. Semakin banyak belajar, semakin kita menyadari bahwa masih banyak ilmu yang harus dipelajari,” ujar Ida usai dinyatakan lulus.
Ia menambahkan, gelar doktor bukanlah akhir dari proses menuntut ilmu. Ke depan, ia berkomitmen terus mengikuti berbagai kegiatan pendidikan formal maupun nonformal untuk meningkatkan kapasitas diri.
Ribka Tjiptaning hingga Bupati Serang Hadiri Sidang
Sidang promosi doktor Ida berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh. Tampak hadir Prof. Dr. dr. Ribka Tjiptaning, Prof. Dr. Achsanul Qosasi, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, serta Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo dan Barhum HS.
Jajaran pengurus DPD, Fraksi, dan DPC PDI Perjuangan se-Banten juga turut memberikan dukungan langsung. Ida tercatat sebagai lulusan Doktor Ilmu Pemerintahan ke-386 yang dihasilkan oleh IPDN.
Aktivitas Politik Tak Halangi Studi Doktoral
Ida mengaku bersyukur bisa menuntaskan pendidikan S3 di tengah kesibukan sebagai anggota DPRD Provinsi Banten. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi merupakan anugerah yang patut disyukuri.
“Ini menjadi nikmat yang luar biasa. Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor,” pungkasnya.
Capaian ini menambah daftar politisi daerah yang berhasil menyeimbangkan tugas kedewanan dengan studi akademik. Disertasi Ida diharapkan bisa menjadi referensi bagi kebijakan penanganan stunting berbasis gender di Banten dan daerah lain.