TANGERANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Kota Tangerang Selatan mencapai Rp3,1 miliar. Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza Ma'ruf Moesa menyebut angka itu merupakan hasil akumulasi transaksi selama tiga hari pelaksanaan acara yang baru saja ditutup.
"Antusias masyarakat selama tiga hari pelaksanaan hingga penutupan kemarin cukup tinggi dengan nilai transaksi yang juga besar," kata Ameriza dalam keterangannya, Sabtu.
BI Banten Siapkan Pilot Project Wakaf Produktif di Masjid Raya Bintaro
Selain mendorong transaksi, BI Provinsi Banten tengah menjajaki model pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Ameriza mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan pilot project di Masjid Raya Bintaro.
"Programnya mengoptimalkan wakaf produktif untuk kerja UMKM semacam revolving fund atau dana bergulir. Kedua, kita dorong UMKM-nya juga. Ketiga, kita perkuat dari sisi edukasi," ujar Ameriza.
Menurutnya, potensi ekonomi dan keuangan syariah di Banten masih memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat. Pekerjaan rumah yang tersisa saat ini adalah aspek sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku usaha.
Dekranasda Banten Dorong Desainer Muda Gunakan Wastra Lokal
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menilai festival ini menjadi momentum tepat untuk memperkenalkan kekayaan wastra Banten. Ia berharap kegiatan itu mampu memantik desainer muda agar menggunakan kearifan lokal.
"Jumlah dan variasi wastra Banten luar biasa. Kegiatan ini memantik desainer-desainer muda untuk menggunakan kearifan lokal wastra Banten," katanya.
Dalam ajang tersebut, digelar pula Final Lomba Desainer Muda tingkat SMK. Juara pertama diraih Alifia Zhafarina dari SMKN 3 Kota Tangerang, disusul Nur Anisa dari Jaya Buana sebagai juara kedua, dan Audrey Kinan dari SMKN 3 Kota Tangerang sebagai juara ketiga.
18 Lembaga Keuangan Syariah dan 35 UMKM Ikut Serta
Festival Shafara dan Digiwara 2026 melibatkan 18 lembaga keuangan syariah, 35 UMKM, dan delapan brand kopi. Selain itu, terdapat Jawara Mart yang merupakan supermarket dengan 114 pemasok dari UMKM se-Banten.
BI Provinsi Banten berkomitmen terus memperluas ekosistem ekonomi syariah di seluruh daerah di Provinsi Banten. "Makanya acara ini untuk memperkuat aspek sosialisasi dan edukasi," tambah Ameriza.