TANGSEL — Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan M Yusuf mengungkapkan, angka Rp102 miliar tersebut merupakan hasil kompromi dari beberapa usulan yang masuk. Sebelumnya, TAPD mengusulkan anggaran penanganan banjir sebesar Rp30 miliar, sementara sektor pendidikan diusulkan mendapat tambahan sekitar Rp125 miliar untuk memenuhi aspirasi masyarakat.
“Di satu sisi, otomatis harus berimbang dengan pendapatan. Nah, ini yang kita sedang sinkronkan. Biar angkanya pas,” ujarnya dalam pembahasan yang berlangsung di gedung DPRD setempat.
Alokasi Pendidikan untuk Rehabilitasi Sekolah dan Sanitasi
Dana pendidikan yang tengah dibahas akan diarahkan untuk rehabilitasi sekolah, perbaikan sanitasi, hingga penambahan ruang kelas baru. Total usulan ini masih akan dipilah lagi bersama rekomendasi inisiatif dari empat komisi DPRD yang mencatat angka sekitar Rp25 miliar.
“Kita lagi diskusikan nih, kira-kira ketutup enggak dengan potensi pendapatan kita. Karena kita baru ngomong angka nih,” kata Yusuf.
PAD dan Dana Pusat Jadi Penutup Kebutuhan Belanja
Untuk menutup kebutuhan tambahan belanja tersebut, DPRD dan Pemerintah Kota Tangsel mengandalkan tambahan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp69 miliar. Adapun kekurangan sekitar Rp33 miliar ditargetkan berasal dari peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tangsel.
“Info kemarin, per 5 Agustus, itu kita dapat tambahan dana dari pusat,” jelas Yusuf.
DPRD Minta Rincian Lokasi dan Jenis Pekerjaan Sebelum Disahkan
Meski angka telah disepakati sementara, Yusuf menegaskan DPRD tidak akan serta-merta menyetujui tambahan anggaran. Pihaknya akan meminta rincian penggunaan anggaran, termasuk lokasi dan jenis pekerjaan, terutama untuk program penanganan banjir serta pembangunan infrastruktur sekolah.
“Artinya, nanti kita pastikan, penambahan ini alokasinya untuk apa? Lokasinya di mana? Pengerjaannya apa? Sekarang kita ngomong oke nih, tambahan usulan sekian kita menyetujui,” tegasnya.
Pembahasan ini berpotensi meningkatkan total postur APBD Kota Tangsel yang sebelumnya ditetapkan sekitar Rp4,9 triliun. “Tinggal kita sekarang bahas tadi, gimana kita kira di pendapatan, kan potensi kemungkinan besar ada kenaikan yang tadinya APBD 2026 diketok di angka kisaran Rp4,9 (triliun),” pungkas Yusuf.