Pencarian

Pemkab Tangerang Siapkan Sumur Resapan dan Biopori Atasi Krisis Air hingga Banjir, Eksekusi Massal 2027

Rabu, 19 Agustus 2026 • 15:00:31 WIB
Pemkab Tangerang Siapkan Sumur Resapan dan Biopori Atasi Krisis Air hingga Banjir, Eksekusi Massal 2027
Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, menyampaikan program sumur resapan dan biopori akan dieksekusi pada 2027.

TANGERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tengah merancang program penanganan terpadu untuk mengatasi persoalan air yang kerap menjadi masalah tahunan. Bappeda setempat memastikan pembangunan infrastruktur resapan air akan menjadi salah satu program unggulan daerah pada tahun anggaran 2027.

Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, menyampaikan bahwa eksekusi program ini baru bisa dilakukan pada 2027. Ia menegaskan bahwa akar masalah kekeringan di wilayahnya tidak hanya dipicu oleh cuaca ekstrem, tetapi juga rendahnya efektivitas penyimpanan cadangan air di dalam tanah.

Solusi Dua Arah untuk Kemarau dan Musim Hujan

"Yang pasti secara pemrograman, baru bisa kita eksekusi di 2027. Karena kekeringan ini bukan hanya karena kondisi cuaca ekstrem, tapi di sisi lain juga faktanya kita tidak bisa menyimpan air di bawah tanah itu secara efektif," ungkap Erwin di Tangerang, Rabu (19/4/2026).

Pemerintah daerah menilai skema pengelolaan air ini menjadi solusi dua arah (two-way solution). Pada musim kemarau, infrastruktur penyerapan diharapkan mampu menjaga cadangan air bawah tanah tetap memadai. Sementara saat musim hujan tiba, fasilitas yang sama berfungsi ganda untuk menampung debit air dan menekan potensi genangan.

"Faktanya kita tidak bisa menyimpan air di bawah tanah itu secara efektif. Makanya muncul gagasan untuk memperbanyak program sumur resapan, lubang biopori, terus juga pengadaan tandon," katanya.

Prioritas Wilayah Rawan Kekeringan Parah

Saat ini, pemkab masih berada pada tahap penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) tahun 2027. Jumlah titik pembangunan infrastruktur resapan nantinya akan disesuaikan dengan kapasitas fiskal dan alokasi anggaran yang disetujui.

Kendati demikian, skala prioritas wilayah telah ditetapkan berdasarkan tingkat kerentanan daerah. "Tapi yang memang kita prioritaskan otomatis kawasan-kawasan yang saat ini tuh di 2026 mengalami kekeringan lebih parah dibandingkan daerah-daerah lain," kata Erwin.

Program pembangunan sumur resapan, sumur imbuhan, lubang biopori, dan pengadaan tandon air ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam mewujudkan sistem lingkungan yang aman, ramah, dan berkesinambungan. Langkah ini juga menjadi bagian dari mitigasi bencana hidrometeorologi secara berkelanjutan di Kabupaten Tangerang.

Follow lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks