TANGERANG — Target peningkatan status Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Madya ke Nindya mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang menggenjot pembenahan di berbagai sektor. Upaya ini tidak lagi terbatas pada pembuatan regulasi, tetapi juga menyentuh aspek fisik dan sistem perlindungan anak.
Trotoar Aman hingga Zebra Cross di Sekolah
Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pembangunan infrastruktur kecil yang ramah anak. Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menyebutkan penyediaan trotoar yang aman dan jalur penyeberangan atau zebra cross di area sekolah menjadi prioritas.
"Seperti penyediaan trotoar yang aman, pembuatan jalur penyeberangan (zebra cross) di area sekolah, hingga fasilitas penunjang keselamatan lainnya di jalan raya," ujar Asep di Tangerang, Sabtu, 18 Juli 2026.
Integrasi Sistem Pengaduan: Dari 'Sisabar' ke SAPA 129
Di sisi perlindungan, Pemkab Tangerang mengintegrasikan layanan pengaduan kekerasan anak ke sistem terpusat Kementerian PPPA melalui layanan darurat SAPA 129. Langkah ini menggantikan aplikasi lokal sebelumnya, 'Sisabar' (Sayang Barudak).
"Integrasi ini menggantikan aplikasi lokal sebelumnya, 'Sisabar' (Sayang Barudak), demi efisiensi pelaporan dan koordinasi penanganan kasus yang lebih cepat," kata Asep.
Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Tangerang didukung oleh Satgas khusus yang tersebar di kecamatan dan desa. Tim ini bertugas merespons cepat berbagai kasus, seperti kekerasan seksual maupun perundungan.
Forum Anak: Pendaftar Tertinggi dalam Lima Tahun
Dukungan terhadap pemenuhan hak anak juga datang dari meningkatnya partisipasi generasi muda. Pendaftaran Forum Anak Kabupaten Tangerang mencatat jumlah tertinggi dalam lima tahun terakhir dengan 287 pendaftar dari 29 kecamatan. Setelah melalui seleksi, 80 anggota terpilih akan menjadi garda terdepan.
"Forum ini diproyeksikan menjadi garda terdepan sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) dalam meminimalisir ancaman sosial seperti tawuran, serta tantangan era digital seperti perundungan siber (cyber bullying) dan eksploitasi anak secara digital," jelas Asep.
Puncak Komitmen di Hari Anak Nasional 2026
Komitmen ini akan ditandai melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Tangerang pada 23 Juli 2026 di Lapangan Raden Arya Yudhanegara. Mengusung tema “Anak Gemilang: Tumbuh, Kuat, dan Juara”, acara ini dijadwalkan dihadiri sedikitnya 2.000 anak.
Rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Juni 2026 meliputi penyusunan Suara Anak Daerah, gelar karya kreatif, parade profesi anak, permainan tradisional, layanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) massal oleh Dukcapil, hingga pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan.