Pencarian

Pemkot Tangerang Latih 100 PPKS Tata Boga, Bekali Kelompok Rentan Keterampilan Usaha dan Pendampingan Berkelanjutan

Selasa, 07 Juli 2026 • 19:01:31 WIB
Pemkot Tangerang Latih 100 PPKS Tata Boga, Bekali Kelompok Rentan Keterampilan Usaha dan Pendampingan Berkelanjutan
Warga kelompok rentan di Tangerang mengikuti pelatihan tata boga untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

TANGERANG — Sebanyak 100 warga dari kelompok rentan di Kota Tangerang kini memiliki bekal baru untuk mandiri secara ekonomi. Mereka mengikuti pelatihan tata boga yang digelar Dinas Sosial Kota Tangerang bekerja sama dengan SMK Negeri 3 Kota Tangerang, Selasa (7/7/2026).

Bukan Sekadar Belajar Masak, tapi Modal Usaha

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, yang membuka langsung acara di Aula Tata Boga SMK Negeri 3 Kota Tangerang, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai langkah strategis. "Pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan cara memasak, tetapi menjadi bekal bagi bapak dan ibu untuk membangun kemandirian ekonomi," ujarnya.

Sachrudin menambahkan, keterampilan yang diperoleh peserta harus mampu dikonversi menjadi peluang usaha yang menghasilkan nilai ekonomi. Pemerintah tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga menyiapkan langkah lanjutan agar keterampilan tersebut berkembang menjadi usaha berkelanjutan.

Kolaborasi dengan SMK dan Pendampingan Pasca-Pelatihan

Pelatihan ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Sosial Kota Tangerang dan SMK Negeri 3 Kota Tangerang. Sachrudin mengapresiasi dukungan dunia pendidikan dalam mencetak masyarakat yang memiliki kompetensi dan siap bersaing. "Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri," katanya.

Setelah pelatihan selesai, Pemkot Tangerang akan memberikan pendampingan berkelanjutan. Pendampingan tersebut meliputi fasilitasi akses berwirausaha, perizinan usaha mikro, hingga pembukaan akses pemasaran bagi para peserta.

Target: dari Peserta Jadi Pelaku Usaha Mikro Mandiri

Melalui skema pendampingan itu, pemerintah berharap para peserta tidak berhenti pada penguasaan keterampilan memasak. Target jangka panjangnya, mereka mampu tumbuh menjadi pelaku usaha mikro yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.

Sachrudin berpesan kepada para peserta agar memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal. Ilmu yang diperoleh, kata dia, bisa menjadi modal untuk membuka usaha maupun menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.

Bagikan
Sumber: palapanews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks