Pencarian

PT KBS dan APTRINDO Banten Resmi Digitalisasi Monitoring Truk Angkutan Barang di Pelabuhan Cilegon

Sabtu, 04 Juli 2026 • 13:39:31 WIB
PT KBS dan APTRINDO Banten Resmi Digitalisasi Monitoring Truk Angkutan Barang di Pelabuhan Cilegon
PT KBS dan APTRINDO Banten menandatangani nota kesepahaman digitalisasi monitoring truk di Pelabuhan Cilegon.

CILEGON — Dua lembaga, PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS) dan DPD APTRINDO Provinsi Banten, sepakat mengintegrasikan sistem monitoring elektronik untuk seluruh truk angkutan barang yang beroperasi di area pelabuhan. Nota kesepahaman ditandatangani langsung oleh Direktur Operasi PT KBS, Aep Dedi Laksana, dan Ketua DPD APTRINDO Banten, Dede Rohana Putra, pada Jumat (3/7/2026).

Melalui sistem digital ini, setiap pergerakan truk logistik akan terpantau secara real-time. Tak hanya itu, sistem akses kendaraan juga akan terhubung secara elektronik dengan database yang sudah berjalan di PT KBS.

Mengapa Digitalisasi Truk Ini Mendesak?

Selama ini, pengelolaan lalu lintas kendaraan logistik di pelabuhan Cilegon kerap menghadapi kendala. Antrean panjang dan ketidakjelasan jadwal bongkar muat menjadi keluhan klasik para pengusaha truk.

Direktur Operasi PT KBS, Aep Dedi Laksana, menyebut digitalisasi adalah langkah strategis. “Kerja sama ini mencakup monitoring aktivitas truk angkutan barang yang beroperasi di area PT KBS, koordinasi dalam penerapan sistem akses truk yang terintegrasi dengan sistem monitoring elektronik yang sudah berjalan, serta pendataan dan verifikasi perusahaan angkutan truk,” ujar Aep dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, sistem ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pelaku usaha logistik sekaligus meningkatkan kualitas layanan operasional di lingkungan PT KBS.

Tak Sekadar Pantau, Ada Verifikasi Perusahaan

Ruang lingkup kerja sama ini ternyata lebih luas dari sekadar pemantauan. Kedua pihak juga akan melakukan pendataan dan verifikasi terhadap perusahaan angkutan yang beroperasi di kawasan PT KBS.

Data tersebut akan menjadi dasar penerapan sistem akses terintegrasi secara elektronik. Artinya, hanya truk dari perusahaan yang sudah terverifikasi yang bisa masuk dan beroperasi di area pelabuhan.

Ketua DPD APTRINDO Provinsi Banten, Dede Rohana Putra, menyambut baik kolaborasi ini. “Kerja sama digitalisasi monitoring truk angkutan barang ini menjadi bentuk kolaborasi antara PT KBS dan DPD APTRINDO Provinsi Banten untuk meningkatkan pelayanan bongkar muat serta memperlancar distribusi logistik,” kata Dede.

Target: Rantai Pasok Nasional Lebih Lancar

Dengan penerapan sistem berbasis digital ini, PT KBS dan APTRINDO Banten berharap pengelolaan arus kendaraan logistik di kawasan pelabuhan bisa lebih efektif, aman, dan akuntabel.

Jika berjalan mulus, dampaknya tak hanya dirasakan di Cilegon. Kelancaran bongkar muat di pelabuhan akan mendukung rantai pasok di seluruh wilayah Banten dan secara nasional. Truk tidak perlu lagi mengantre berjam-jam hanya untuk menunggu izin masuk secara manual.

Bagikan
Sumber: radarbanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks