Pencarian

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, Harus Jadi Landasan Kebijakan Publik

Rabu, 03 Juni 2026 • 12:40:01 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, Harus Jadi Landasan Kebijakan Publik
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Puspemkot Tangsel.

TANGSEL — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila digelar di Lapangan Puspemkot Tangsel, Senin (1/6/2026). Wali Kota Benyamin Davnie memimpin langsung jalannya upacara dan membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Momen ini dimanfaatkannya untuk mengingatkan kembali fungsi Pancasila sebagai alat menjaga kohesi bangsa di tengah tekanan global.

Disrupsi Teknologi dan Geopolitik Jadi Konteks Peringatan

Dalam pidatonya, Benyamin menyoroti ketidakpastian dunia yang kian kompleks. Mulai dari disrupsi teknologi yang mengubah tatanan sosial, hingga dinamika geopolitik yang menguji solidaritas antarbangsa. Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan komparatif karena Pancasila sudah terbukti menjadi perekat di tengah ribuan pulau dan ratusan etnis.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya,” ujar Benyamin, dikutip dari laman resmi Pemkot Tangsel. Keberhasilan Indonesia menjaga persatuan, kata dia, bukanlah kebetulan melainkan hasil dari pengamalan ideologi yang konsisten.

Generasi Muda Didorong Jadikan Pancasila Ideologi Hidup

Benyamin secara khusus menyapa generasi muda Tangsel. Ia mengajak mereka menjadikan Pancasila sebagai living ideology—ideologi yang hidup dalam keseharian. Bukan sekadar dihafalkan untuk ujian kewarganegaraan, melainkan diwujudkan dalam kepedulian sosial dan penghormatan terhadap perbedaan.

“Nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam kepedulian sosial, semangat kebersamaan, serta penghormatan terhadap perbedaan,” tegasnya. Ajakan ini relevan mengingat Tangsel merupakan kota penyangga Jakarta dengan tingkat heterogenitas penduduk yang tinggi.

Keadilan Sosial Jadi Prinsip Kebijakan Pemkot

Selain seremonial, peringatan ini juga dijadikan momentum untuk menegaskan arah kebijakan. Benyamin menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar setiap program dan pelayanan publik berlandaskan prinsip keadilan sosial. Ia menekankan tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.

“Tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam pembangunan,” tegasnya. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Pemkot Tangsel berkomitmen menjalankan tata kelola yang inklusif, tanpa diskriminasi terhadap kelompok masyarakat tertentu.

Toleransi dan Gotong Royong Jadi Modal Sosial

Benyamin juga mengajak seluruh elemen masyarakat terus menjaga toleransi dan kerukunan. Menurutnya, keberagaman yang ada di Tangsel bukan sumber perpecahan, melainkan modal besar untuk memperkuat persatuan. Semangat gotong royong disebutnya harus kembali dihidupkan dalam kehidupan bertetangga.

Melalui peringatan ini, Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya menjaga harmoni sosial. “Pancasila harus hadir dalam setiap tindakan dan kebijakan demi Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat,” pungkas Benyamin mengakhiri sambutannya.

Bagikan
Sumber: beritabanten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks