TANGERANG — Pelaku industri tekstil di Banten tengah menghadapi tiga tantangan besar yang menggerus daya saing: penurunan utilisasi produksi akibat produk impor, tingginya biaya operasional, serta dinamika ekonomi global yang tidak menentu. Di tengah tekanan itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten justru melihat sektor ini masih menunjukkan daya tahan positif dan berpotensi tumbuh jika didukung infrastruktur kelistrikan yang andal.
PLN UID Banten pun menggelar Customer Gathering Pelanggan Industri Tekstil di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, pekan lalu. Acara bertema “Strengthening Partnership, Accelerating Growth” ini dihadiri perwakilan pemerintah daerah, asosiasi industri, hingga pelaku usaha tekstil dan kimia se-Banten.
Tekanan Impor dan Biaya Operasional Mengintai 2026
Salah satu agenda utama dalam pertemuan itu adalah Focus Group Discussion (FGD). Forum ini menjadi ruang dialog antara PLN dan para pelaku industri tekstil serta kimia untuk membahas tantangan strategis menjelang tahun 2026.
“Kami membahas mulai dari penurunan utilisasi produksi akibat derasnya produk impor, tekanan biaya operasional, hingga dinamika ekonomi global yang memengaruhi daya saing industri nasional,” ujar PLH General Manager PLN UID Banten, Fauzan, dalam keterangan resmi yang diterima, Senin.
Solusi PLN: Monitoring Energi hingga Industri Hijau
Fauzan menegaskan bahwa sektor industri tekstil merupakan kontributor terbesar konsumsi tenaga listrik di Banten. Oleh karena itu, PLN memperkenalkan sejumlah inovasi layanan untuk menekan biaya operasional pelanggan.
Layanan tersebut mencakup Integrated Business Solution (IBS), monitoring energi secara real-time, hingga dukungan transisi energi menuju industri hijau dan berkelanjutan. “PLN menjadi mitra strategis bagi industri. Kami terus menghadirkan inovasi layanan yang dapat membantu efisiensi operasional sekaligus mendukung transformasi menuju industri yang lebih hijau,” tambah Fauzan.
Respons Pelaku Usaha: Komunikasi Sudah Baik, Kecepatan Perlu Ditingkatkan
Salah satu perwakilan pelaku industri, Andre dari PT Indah Jaya Industri Tangerang, mengapresiasi respons cepat PLN selama ini. Namun ia berharap ada peningkatan lebih lanjut dalam penanganan keluhan dan keandalan pasokan listrik.
“Selama ini layanan dan respons PLN terhadap kami sangat baik dan cepat. Komunikasi juga cukup baik. Ke depan kami berharap PLN bisa terus lebih baik lagi, terutama dalam kecepatan pelayanan,” kata Andre.
Melalui forum ini, PLN UID Banten berharap hubungan kemitraan dengan pelanggan industri tekstil semakin solid. Harapannya, sektor ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri di Provinsi Banten di tengah tekanan global yang belum mereda.
FAQ: Apa Saja Tantangan Industri Tekstil di Banten?
Mengapa sektor tekstil Banten penting bagi perekonomian daerah?
Sektor ini menjadi kontributor terbesar konsumsi listrik di Banten dan memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, serta ekspor nasional.
Apa solusi PLN untuk menekan biaya operasional pabrik tekstil?
PLN menawarkan layanan Integrated Business Solution (IBS), monitoring energi digital, serta program transisi energi menuju industri hijau yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional pelanggan.