Pencarian

72 Vihara dari Seluruh Nusantara Siap Ramaikan Kirab Budaya dan Ruwat Bumi di Tangerang, Target 20.000 Peserta

Senin, 18 Mei 2026 • 18:01:55 WIB
72 Vihara dari Seluruh Nusantara Siap Ramaikan Kirab Budaya dan Ruwat Bumi di Tangerang, Target 20.000 Peserta
vihara dari seluruh Nusantara siap mengikuti Kirab Budaya dan Ruwat Bumi di Tangerang.

TANGERANG — Kota Tangerang kembali menjadi panggung perayaan kebinekaan. Vihara Dhamma Budi Bhakti, yang dikenal pula dengan sebutan Vihara Butong, menggelar Kirab Budaya dan Ruwat Bumi pada 27 September 2026 mendatang. Acara ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan perpaduan antara tradisi Tionghoa benteng dan kekayaan budaya Nusantara.

Humas kegiatan, Tomy, mengungkapkan bahwa antusiasme tahun ini melonjak signifikan. Sebanyak 72 vihara dari berbagai penjuru Nusantara telah menyatakan partisipasi.

“Kegiatan ini diprediksi akan diikuti oleh kurang lebih 20.000 peserta. Mereka tidak hanya datang dari wilayah Kota Tangerang saja, tetapi juga dari luar daerah seperti Rembang, Semarang, Lampung, Palembang, Manado, hingga Singkawang,” ujar Tomy, Senin (18/5/2026).

Rute 8 Kilometer dan Rekor MURI 2019

Kirab akan melintasi rute sepanjang 8 kilometer. Panitia menyiapkan perpaduan estetis antara kekayaan budaya Nusantara dan eksotisme tradisi masyarakat Tionghoa. Kehadiran ribuan peserta dengan latar belakang budaya yang kontras ini diyakini akan menjadi daya tarik wisata, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ini bukan kali pertama Vihara Butong menggelar acara berskala nasional. Pada 2019, ajang serupa berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Capaian itu menjadi standar tinggi sekaligus bukti bahwa kolaborasi lintas budaya di Tangerang berjalan mapan.

Bukan Sekadar Rekor, Melainkan Kebanggaan Warga

Bagi Tomy, esensi suksesnya acara ini bukan pengakuan formal semata. Ia menekankan bahwa rekor tersebut adalah milik seluruh masyarakat Kota Tangerang yang selama ini menjaga semangat kebersamaan.

“Rekor ini bukan hanya untuk panitia, tetapi merupakan milik seluruh masyarakat Kota Tangerang yang selalu menjaga semangat kebersamaan,” pungkasnya.

Kota Tangerang sendiri dikenal sebagai kota penopang megapolitan yang kaya akan warisan budaya, khususnya tradisi Tionghoa benteng yang mengakar kuat. Perbedaan suku, ras, dan agama justru menjadi perekat sosial yang kuat di wilayah ini. Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026 menjadi salah satu bukti nyata dari indahnya hidup berdampingan secara harmonis.

Bagikan
Sumber: lensabanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks