SERANG — Wali Kota Serang Budi Rustandi mengumumkan langsung kebijakan ini usai membuka agenda Pembinaan Intensif Calon Peserta MTQ Kota Serang di Aula Hotel Wisata Baru, Senin (11/5/2026). Bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi berjenjang yang akan dibagikan secara proporsional untuk juara 1, 2, dan 3.
Mengapa Bonus Diumumkan di Awal Pembinaan?
Budi menyebut pengumuman di tahap awal merupakan strategi pembentukan mental juara. "Ini adalah bagian dari motivasi awal agar para peserta bersungguh-sungguh selama pembinaan. Kita ingin mereka memiliki mental juara di setiap cabang perlombaan nanti," tegas Budi dalam sambutannya.
Dengan nominal yang fantastis, Pemkot Serang berharap para kafilah tidak hanya fokus pada hadiah, tetapi juga totalitas dalam mengasah kemampuan tilawah, tahfiz, dan cabang musabaqah lainnya.
Instruksi Khusus: Hentikan Praktik Peserta 'Cabutan'
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota memberikan instruksi tegas kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) dan para pembina. Ia meminta agar juara yang lahir benar-benar berasal dari rahim Kota Serang sendiri.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dan menghilangkan budaya mengambil peserta dari daerah lain, yang kerap disebut sebagai peserta 'cabutan'. Pemkot ingin mengoptimalkan potensi santri dan santriwati asli domisili Kota Serang.
"Bonus ini adalah janji apresiasi. Kami ingin para kafilah merasa didukung penuh oleh pemerintahnya sendiri," pungkas Budi.
Target Dominasi di Panggung Provinsi
Dengan persiapan matang dan suntikan dana yang kuat, Pemerintah Kota Serang optimistis mampu berbicara banyak di ajang MTQ tingkat Provinsi Banten 2026. Bonus Rp300 juta ini menjadi sinyal keseriusan Pemkot dalam memberikan atensi kepada para pejuang Al-Qur'an.
Teknis pembagian bonus akan diatur secara proporsional, dengan skema apresiasi berjenjang bagi peraih juara 1, 2, dan 3 di setiap cabang perlombaan. Kebijakan ini sekaligus menjadi gebrakan nyata dalam mendukung syiar Al-Qur'an di Kota Serang.