Pencarian

Sineas Banten Garap Film Layar Lebar Kitab Nuswantara, Angkat Kearifan Lokal 8 Kabupaten Kota ke Bioskop

Kamis, 03 September 2026 • 21:38:01 WIB
Sineas Banten Garap Film Layar Lebar Kitab Nuswantara, Angkat Kearifan Lokal 8 Kabupaten Kota ke Bioskop
Lumbung Dongeng Nuswantara resmi menggarap film layar lebar Kitab Nuswantara: Laras-Menjaga Tanah Leluhur di Kota Serang, Kamis.

Lumbung Dongeng Nuswantara, komunitas pegiat film, resmi menggarap film layar lebar berjudul Kitab Nuswantara: Laras-Menjaga Tanah Leluhur untuk melestarikan budaya Banten. Film bergenre petualangan ini akan memvisualisasikan kekhasan dari delapan kota dan kabupaten di Provinsi Banten dan dibuka untuk partisipasi masyarakat melalui open casting di Kota Serang.

SERANG — Kegelisahan sineas terhadap membanjirnya pengaruh asing yang menggeser budaya lokal memunculkan ide besar bagi Lumbung Dongeng Nuswantara. Komunitas pegiat film ini mewujudkannya dalam bentuk karya layar lebar berjudul Kitab Nuswantara: Laras-Menjaga Tanah Leluhur, sebuah film petualangan yang mengangkat kearifan lokal Banten.

Proyek yang digagas bersama para sineas industri perfilman nasional ini dikemas untuk semua kelompok umur—dari anak-anak hingga dewasa. Produser film Brama Yudha menyebut program ini merupakan mimpi besar yang sudah lama dirancang komunitasnya.

"Sebagai mimpi besar Lumbung Dongeng Nuswantara, program ini sudah lumayan lama kita gagas bersama. Mulai dari sebuah keresahan kami, teman-teman sineas dari industri perfilman Indonesia, kita ingin punya film daerah yang mengangkat kearifan dengan konsep dongeng," kata Brama di Kota Serang, Kamis.

Delapan Wilayah Tanah Jawara Hadir dalam Satu Visual

Sutradara film Aby Azy TR memastikan keberagaman budaya Banten menjadi nyawa dari cerita yang diangkat. Kekhasan dari berbagai daerah akan divisualisasikan dalam setiap rangkaian gambar dan alur petualangan para karakter.

"Insya Allah nanti di visual itu delapan kota kabupaten itu hadir dalam visual itu, karena sebegitu ajaibnya hal-hal yang kita temukan di Banten ini," ujar Aby.

Keresahan Nugie: Budaya Lokal Tergerus Konten Impor

Kekhawatiran yang sama disuarakan musisi Nugie, yang menjabat sebagai Koordinator Lumbung Dongeng Nuswantara. Pelantun lagu Pelukis Malam itu mengaku resah melihat budaya impor yang dinilai tidak orisinal kian mendominasi keseharian masyarakat.

"Di wilayah tempat kita tinggal banyak norma dan kearifan yang harus kita terus jalani supaya kita bisa membumi kepada wilayah tempat masing-masing tinggal. Kita gelisah karena udah terlalu banyak import hal-hal yang sifatnya gak original di kehidupan kita sehari-hari," kata Nugie.

Warga Banten Bisa Ikut Ambil Bagian

Komunitas membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin terlibat langsung dalam produksi film. Rangkaian open casting digelar di Auditorium PUPR Lantai 7, Gedung Dinas PUPR Provinsi Banten, Kota Serang, untuk menjaring talenta lokal yang akan bermain dalam film tersebut.

Lewat karya ini, Lumbung Dongeng Nuswantara berharap cerita dengan kekhasan daerah mampu memperkenalkan budaya Banten ke kancah nasional. Film ini juga menjadi ruang bagi warga untuk terus menjalankan norma dan kearifan agar tetap membumi di wilayahnya masing-masing.

Follow lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks