CILEGON — Budayawan Banten Yadi Ahyadi mengingatkan para pemangku kebijakan agar tidak melupakan sejarah dan kearifan lokal saat merancang pembangunan. Menurutnya, fondasi peradaban yang kuat hanya bisa terbentuk jika setiap langkah inovasi bertumpu pada nilai-nilai budaya yang telah mengakar di masyarakat.
"Histori masa lampau itu punya akar budaya. Ketika pemerintah daerah ingin melakukan inovasi dan pengembangan wilayah untuk lebih maju, fondasi utamanya haruslah budaya dan kearifan lokal," katanya di Pulau Merak Besar, Sabtu.
Kritik: Budaya Hanya Jadi Seremoni, Bukan Edukasi
Yadi menyayangkan praktik pelestarian budaya yang kerap berhenti pada acara apresiasi seremonial belaka. Padahal, esensi edukasi dari sejarah lokal sangat kaya, mulai dari kearifan masa lalu hingga pengetahuan mitigasi bencana yang relevan bagi generasi kini.
Ia mencontohkan kawasan Pulau Merak Besar yang menjadi saksi bisu Pertempuran Selat Sunda pada 1942 sekaligus pengingat dahsyatnya tsunami akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883. Nilai-nilai itulah yang menurutnya harus terus diwariskan, bukan sekadar menjadi latar perayaan.
Menyempitnya Akses Nelayan dan Potensi Gejolak Sosial
Dalam orasinya, Yadi juga menyoroti menyempitnya akses masyarakat pesisir terhadap laut akibat terpagar perluasan lahan industri. Ia menilai hilangnya model ekonomi tradisional nelayan sangat rentan memicu letupan emosi sosial bila tidak segera dicarikan solusi.
Ia mendukung inisiatif menjadikan Pulau Merak Besar sebagai ruang perputaran ekonomi baru bagi warga sekitar. "Pemberdayaan ini bisa meredam letupan emosi masyarakat, sekaligus membentengi kawasan dari potensi peredaran narkoba. Edukasi kedaerahan ini krusial, karena jika ideologi yang runtuh, butuh dua hingga tiga abad untuk mengembalikannya," tegasnya.
Pemkot Cilegon Siap Fasilitasi Pengembangan Pulau Bersejarah
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Cilegon Robinsar memastikan pemerintah daerah siap hadir memfasilitasi pengembangan kawasan bersejarah itu. Ia menyadari pengembangan Pulau Merak Besar dan Merak Kecil membutuhkan sinergi serta dukungan konkret dari Pemkot Cilegon maupun Pemprov Banten.
"Kami sangat membuka peluang dan siap memfasilitasi apa yang menjadi kekurangan di Pulau Merak Besar maupun Merak Kecil," ujar Robinsar.
Intervensi pemerintah nantinya tidak hanya menyentuh pembenahan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Robinsar berharap kawasan tersebut mampu memberikan efek ganda (multiplier effect) sehingga roda perekonomian warga lokal berputar secara mandiri.
"Yang terpenting dalam pengembangan ini adalah kita tidak boleh melupakan nilai sejarah dari pulau ini. Kemajuan ekonomi harus terus berjalan beriringan dengan pelestarian identitas dan akar budaya kedaerahan kita," tutupnya.