BANTEN — Setelah pengumuman mengejutkan di Gamescom Opening Night Live tahun lalu, Game Science akhirnya memberikan bocoran besar untuk proyek terbarunya. Video yang diunggah hari ini langsung memicu antusiasme komunitas, terutama karena menampilkan perubahan signifikan dari gaya bermain game pendahulunya.
Gaya Bertarung Lebih Percaya Diri dan Ekonomis
Berbeda dengan Wukong yang mengandalkan tongkat dengan gerakan eksplosif, karakter utama di Zhong Kui tampil sebagai pendekar pedang dengan gaya bertarung yang lebih tenang dan terukur. Animasi menghindar tidak selalu berupa roll atau sidestep dramatis—kadang karakter hanya memiringkan tubuh beberapa inci untuk membiarkan serangan lawan meleset.
Kombinasi gerakan pedang yang bervariasi, dari putaran rumit hingga tusukan bertenaga, memberikan kesan seni bela diri yang kuat. Meski begitu, beberapa transisi animasi masih terlihat kaku di bagian tepinya, sesuatu yang wajar mengingat Game Science menyatakan proyek ini masih dalam pengembangan awal.
Toolkit Tempur: Bom Api, Petir, dan Spirit Pendamping
Salah satu sorotan trailer adalah fleksibilitas opsi serangan yang ditawarkan. Saat berhadapan dengan gerombolan makhluk yang muncul dari rawa berminyak, karakter melempar bom api yang membakar musuh sekaligus lingkungan sekitarnya. Api tersebut kemudian diserap ke dalam pedang, memberikan damage elemen api sementara pada pertarungan berikutnya. Ada pula mekanik pengisian pedang dengan energi petir.
Fitur paling menarik adalah kemunculan spirit pendamping—sesosok manusia harimau bertubuh besar dengan pedang melengkung raksasa. Spirit ini bisa bertarung secara mandiri, atau pemain bisa memproyeksikan dirinya ke dalam tubuh spirit tersebut untuk mengambil kendali langsung. Mekanik ini menambah dimensi strategis pada pertarungan boss, termasuk saat melawan manusia tiram yang ditampilkan di akhir trailer.
Dunia Fantasi: Jamur Bercahaya dan Trio Tengkorak
Montase penutup trailer memperlihatkan beragam pemandangan fantastis: karakter berjalan melewati makhluk jamur bercahaya, mengubur setan hidup-hidup dengan sekop, hingga bermain musik bersama tiga tengkorak yang digambarkan sangat keren. Adegan-adegan ini menegaskan bahwa Game Science ingin memperluas palet visual dan naratif dari sekadar mitologi Wukong.
Pertanyaan besar yang masih menggantung adalah apakah karakter utama yang dimainkan adalah Zhong Kui sendiri—dewa Taoist pemburu hantu yang sempat muncul di trailer pengumuman dengan menunggang harimau. Sosok tersebut kembali terlihat di bagian paling akhir video terbaru, tetapi belum ada konfirmasi resmi mengenai hubungannya dengan protagonis.
Status Pengembangan dan Prospek ke Depan
Game Science menegaskan bahwa Black Myth: Zhong Kui masih dalam tahap awal pengembangan. Jika mengacu pada jeda waktu antara gameplay pertama Wukong dan perilisan finalnya yang mencapai empat tahun, para penggemar mungkin masih harus bersabar cukup lama sebelum bisa memainkan game ini.
Meski begitu, trailer ini sudah cukup untuk membangun ekspektasi. Setelah Wukong berhasil menembus pasar global dan memecahkan rekor penjualan, sekuel ini diposisikan sebagai ujian apakah Game Science bisa konsisten menghadirkan kualitas produksi tinggi. Untuk komunitas gamer Indonesia yang menantikan game action dengan setting mitologi Asia, Zhong Kui layak masuk daftar pantauan.