BANTEN — Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi sekitar pukul 1 dini hari waktu setempat di area produksi pabrik tersebut. Api dengan cepat menjalar dan meludeskan berbagai peralatan produksi serta aset berharga di dalam gedung. Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Puluhan Personel dan Armada Dikerahkan ke Lokasi
Unit pemadam kebakaran dari Departemen Kepolisian Pencegahan Kebakaran dan Penyelamatan langsung bergerak cepat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mereka mengerahkan puluhan petugas dan tentara yang didukung oleh banyak mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan laju api yang membesar.
Proses pemadaman berlangsung selama berjam-jam. Petugas bekerja keras di tengah suhu tinggi dan kepulan asap tebal untuk memastikan api tidak merembet ke bangunan pabrik lain di kawasan industri tersebut.
Alat Berat Dikerahkan untuk Membongkar Struktur Pabrik
Setelah api berhasil dikendalikan, pihak berwenang tidak langsung menarik mundur pasukannya. Mereka justru mengerahkan alat berat tambahan untuk membongkar sebagian atap seng dan struktur bangunan pabrik yang sudah rapuh. Langkah ini diambil agar petugas dapat menyemprotkan air secara langsung ke titik-titik bara api yang masih menyala di bawah reruntuhan.
“Pembongkaran struktur dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi yang bisa memicu kebakaran susulan,” demikian keterangan dari petugas di lapangan.
Penyebab Kebakaran Masih dalam Penyelidikan
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Tim investigasi dari kepolisian setempat telah diturunkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti.
Pihak berwenang juga tengah melakukan asesmen menyeluruh untuk menghitung tingkat kerusakan dan kerugian yang diderita oleh perusahaan. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari mengingat luasnya area yang terbakar dan banyaknya aset yang hangus.
Kebakaran di kawasan industri ini menjadi peringatan dini bagi perusahaan-perusahaan lain untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di area produksi yang menyimpan banyak material mudah terbakar.