Pencarian

Gempa M 6,7 Guncang Palu, Plafon Kantor Bupati Sigi dan Auditorium Untad Roboh

Selasa, 16 Juni 2026 • 14:40:01 WIB
Gempa M 6,7 Guncang Palu, Plafon Kantor Bupati Sigi dan Auditorium Untad Roboh
Gempa magnitudo 6,7 mengguncang Palu dan sekitarnya, menyebabkan kerusakan bangunan di beberapa wilayah.

BANTEN — Guncangan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa siang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerusakan bangunan menyebar di empat wilayah: Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Donggala.

Empat Wilayah Terdampak, Guncangan Berlangsung 4-6 Detik

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan laporan sementara menunjukkan kerusakan di sejumlah titik. "Rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa.

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama empat hingga enam detik. Warga berhamburan keluar rumah. BPBD setempat langsung melakukan asesmen cepat. Guncangan dengan intensitas sedang dilaporkan terjadi di Kabupaten Donggala selama dua detik, sementara di Kabupaten Poso getaran kuat berlangsung sekitar enam detik.

Plafon Kantor Bupati Ambrol, Jembatan Palu III Ditutup

Pengamat dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Palu, Hendrik, menerima laporan kerusakan bangunan yang spesifik. "Ada beberapa laporan bangunan yang rusak," ujarnya.

Di Kabupaten Sigi, plafon Kantor Bupati Sigi rusak dan beberapa bagian lantai dilaporkan retak. Di lingkungan Universitas Tadulako, plafon auditorium ambrol dan sebagian material bangunan jatuh. Kerusakan ringan juga terjadi di Hotel Best Western Coco Palu dan Hotel Santika.

Akses Jembatan Palu III ditutup sementara setelah ditemukan indikasi keretakan pada struktur. Seluruh kendaraan dialihkan ke jalur lain hingga pemeriksaan lebih lanjut rampung.

BNPB: Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Hingga Selasa malam, BNPB memastikan belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat gempa ini. "Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung," kata Abdul Muhari.

BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring dan asesmen di lapangan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks