BANTEN — Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin S.Sos., M.Si, mengungkapkan api mulai membesar sekitar pukul 17.54 Wita. Tim Satgas 3 Mako langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam usai laporan diterima.
Kronologi: Dari Bengkel Las ke Rumah Warga
Penyelidikan awal di lokasi mengarah pada percikan api las sebagai sumber utama kebakaran. Saat kejadian, istri pemilik bengkel tengah mengisi bensin ke dalam botol. Percikan dari alat las diduga menyambar uap bensin, lalu merambat ke sepeda motor dan material mudah terbakar di sekitarnya.
Api dengan cepat menjalar ke bangunan permanen milik Beni Agustiawan. Rumah milik Yuli Permatasari yang berada tepat di sampingnya ikut terdampak, meski tidak sampai rata dengan tanah.
Proses Pemadaman dan Barang yang Ludes
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 18.48 Wita. Kobaran api baru berhasil dipadamkan total dua jam kemudian, tepat pukul 19.28 Wita. Personel Disdamkartan dibantu Camat Lape, Sekretaris Camat, Bhabinkamtibmas, pihak PLN, dan warga setempat bahu-membahu menjinakkan si jago merah.
Selain struktur bangunan, sejumlah barang berharga turut musnah. Data sementara mencatat satu unit televisi, satu lemari es, tiga lemari, dua kipas angin, dan berbagai dokumen penting milik korban hangus terbakar.
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Capai Ratusan Juta
Beruntung, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta. H. Sahabuddin mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat melakukan pekerjaan yang berpotensi memicu percikan api di dekat bahan bakar.
“Kami masih melakukan pendataan lebih lanjut di lokasi kejadian,” ujar Kadis Damkartan Sumbawa dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (13/6).