Pencarian

Test Ride Indomobil Emotor Sprinto: Skutik Listrik Rp 25,5 Juta, Cocok untuk Harian?

Selasa, 09 Juni 2026 • 10:35:31 WIB
Test Ride Indomobil Emotor Sprinto: Skutik Listrik Rp 25,5 Juta, Cocok untuk Harian?
Indomobil Emotor Sprinto hadir dengan desain skutik konvensional dan baterai terpasang di bawah jok.

BANTEN — Indomobil Emotor Sprinto hadir bukan sebagai motor listrik futuristik, melainkan sebagai kendaraan yang tampilannya tak jauh berbeda dari skutik bensin biasa. Langkah ini terbilang strategis untuk menarik konsumen yang masih ragu beralih ke motor listrik karena faktor desain. Peluncuran resminya di GJAW 2025 menjadi sinyal bahwa pasar motor listrik Tanah Air mulai mengakomodasi selera pengguna konvensional.

Desain Konvensional, Tapi Ada Kejutan di Bodi

Secara visual, Sprinto tidak menonjolkan identitas listrik yang mencolok. Tidak ada lekukan agresif atau warna neonyang mencolok. Bodi depan menggunakan lampu LED dengan desain sederhana, sementara bagian belakang mengadopsi model lampu konvensional. Yang menarik, posisi baterai berada di bawah jok, persis seperti laci penyimpanan pada skutik biasa.

Faktor ini membuatnya terasa familier saat pertama kali diduduki. Posisi berkendara tegak dan setang yang tidak terlalu lebar membuat pengendara mudah bermanuver di tengah kemacetan. Sayangnya, ruang penyimpanan di bawah jok cukup terbatas karena sebagian besar area ditempati baterai.

Akselerasi Instan, Tapi Bukan untuk Ngebut

Saat gas diputar, respons motor listrik ini langsung terasa. Akselerasi dari posisi diam cukup responsif, meninggalkan skutik bensin 110 cc dalam beberapa meter pertama. Namun, tenaga mulai menurun drastis di kecepatan 50-60 km/jam. Sprinto jelas bukan motor untuk touring atau jalan tol, melainkan untuk mobilitas harian dalam radius pendek.

Pengujian dilakukan di rute perkotaan dengan lalu lintas padat. Karakter motor listrik yang senyap menjadi nilai tambah. Tidak ada getaran mesin, tidak ada suara bising dari knalpot. Pengalaman berkendara menjadi lebih kalem, meski beberapa pengendara mungkin akan merindukan suara mesin sebagai indikator kecepatan.

Jarak Tempuh Realistis untuk Sekitar Rumah

Indomobil mengklaim baterai Sprinto mampu menempuh jarak tertentu dalam sekali pengisian. Namun, dalam kondisi jalanan Jakarta yang berhenti-berjalan, angka tersebut dipastikan turun. Untuk penggunaan harian seperti ke pasar, antar anak sekolah, atau nongkrong di warung kopi, jarak tempuhnya masih masuk akal. Pengisian daya penuh memakan waktu beberapa jam menggunakan stopkontak rumah biasa.

Baterai yang bisa dilepas menjadi fitur praktis. Pemilik tidak perlu repot mencari stasiun pengisian umum. Cukup bawa baterai ke dalam rumah atau kantor untuk diisi ulang. Bobot baterai sendiri masih cukup ringan untuk dibawa oleh satu orang dewasa.

Harga Rp 25,5 Juta: Murah atau Pas?

Dengan banderol Rp 25,5 juta, Sprinto menempati posisi harga yang kompetitif di segmen motor listrik. Angka ini lebih murah dibandingkan beberapa kompetitor sekelas. Namun, konsumen harus sadar bahwa harga tersebut belum termasuk biaya pengisian daya dan potensi biaya penggantian baterai di masa depan.

Pilihan ini cocok bagi mereka yang ingin mencoba kendaraan listrik tanpa mengeluarkan investasi besar. Namun, jika mobilitas harian Anda mencakup jarak jauh atau medan menanjak, motor listrik ini mungkin bukan pilihan ideal. Sprinto adalah solusi untuk perjalanan pendek, bukan pengganti motor bensin untuk segala medan.

Bagikan
Sumber: video.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks