Pencarian

BRI Bawa Kerajinan Serat Alam ke Pasar Global, Tembus Kanada hingga Jepang

Minggu, 31 Mei 2026 • 15:27:02 WIB
BRI Bawa Kerajinan Serat Alam ke Pasar Global, Tembus Kanada hingga Jepang
Produk anyaman serat alam Craftote kini menembus pasar internasional ke Kanada, Australia, Jepang, dan Inggris.

BANTEN — Produk anyaman eceng gondok, pelepah pisang, hingga rotan buatan Craftote kini sudah melayani pelanggan di empat negara. Pemilik Craftote, Thio Siujinata, mengaku perjalanan menuju ekspor tidak instan. "Kami memulai dari nol, promosi hanya di lingkungan sekitar," ujarnya saat ditemui di lokasi usaha di Tomang, Jakarta Barat.

Dari Warung Kopi ke Pasar Mancanegara

Craftote mengawali bisnis pada 2021 dengan menggabungkan konsep coffee shop dan galeri kerajinan. Semua produk dibuat dari serat alam yang aman terurai—eceng gondok, pelepah pisang, purun, bambu, dan rotan. Bahan-bahan ini dipilih karena tidak mencemari air, udara, atau tanah saat dekomposisi.

Hasilnya, berbagai kerajinan tangan lahir: tas, keranjang, kursi, hingga dekorasi lampu dan dinding. Namun, saat baru buka, Thio mengaku jangkauan pemasaran masih sangat terbatas. "Hanya andalkan promosi dari mulut ke mulut dan jaringan pribadi," katanya.

Peran BRI: Akses Pasar dan Pendampingan

Melalui program pemberdayaan, BRI membuka akses pasar yang lebih luas bagi Craftote. Thio tidak menyebutkan secara rinci skema pendanaan, namun ia mengapresiasi pendampingan yang diberikan. "BRI membantu kami menjangkau buyer luar negeri," ujarnya singkat.

Kini, produk Craftote sudah dikirim ke Kanada, Australia, Jepang, dan Inggris. Pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa UMKM berbasis sumber daya lokal bisa go global tanpa meninggalkan prinsip keberlanjutan.

Dampak untuk Ekonomi Lokal

Keberhasilan ekspor ini tidak hanya menguntungkan pemilik usaha. Para perajin rumahan yang memasok bahan baku serat alam juga ikut menikmati dampaknya. "Kami melibatkan banyak perajin lokal, terutama untuk pengolahan eceng gondok dan purun," jelas Thio.

Dengan adanya permintaan dari luar negeri, pendapatan para perajin pun meningkat. Craftote sendiri terus berupaya menjaga kualitas dan konsistensi produksi agar kepercayaan pembeli internasional tetap terjaga.

Ke depan, Thio berencana memperluas variasi produk dan menambah jumlah perajin binaan. "Kami ingin lebih banyak desa yang terlibat, sehingga ekosistem kerajinan serat alam makin kuat," pungkasnya. Bagi BRI, kisah Craftote menjadi contoh nyata bahwa pemberdayaan UMKM bisa berdampak langsung ke perekonomian masyarakat akar rumput.

Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks