BANTEN — Turnamen bergengsi antarnegara Asia Tenggara itu akan berlangsung di Medan, Sumatera Utara. Nova menilai medsos menjadi ancaman serius bagi konsentrasi pemain muda yang rentan terpengaruh komentar negatif atau ekspektasi berlebihan dari warganet.
Fokus ke Proses, Bukan Gelar
Alih-alih membebani pemain dengan target juara, Nova memilih pendekatan berbeda. Ia meminta pasukannya untuk fokus pada setiap pertandingan tanpa memikirkan partai final terlalu dini.
"Saya enggak mau pemain hanya fokus dengan juaranya, tetapi saya mau fokus pemain adalah bagaimana prosesnya menuju ke sana," ujar Nova kepada Bola.com, Kamis (28/5/2026).
Langkah Demi Langkah di Grup A
Timnas U-19 tergabung di Grup A bersama Myanmar, Timor Leste, dan Vietnam. Nova sudah menyusun peta jalan: kalahkan Myanmar di laga perdana, lalu Timor Leste, dan baru memikirkan Vietnam.
"Lebih baik saya sampaikan ke pemain bagaimana kami fokus ke laga demi laga, dari pertama Myanmar, habis itu Timor Leste, Vietnam," lanjut pelatih berusia 46 tahun itu.
Ekspektasi Itu Wajar, Tapi...
Nova mengakui status juara bertahan Piala AFF U-19 2024 dan tuan rumah membuat publik menaruh harapan besar. Namun, ia menilai tekanan itu bagian dari konsekuensi menjadi tim nasional.
"Ya, kita tahulah kalau masalah ekspektasi kan bukan hanya di Timnas U-17, di U-20, termasuk U-23. Dan saya menilai itu sesuatu hal yang wajar sebagai tim nasional," kata eks asisten Shin Tae-yong itu.
Jadwal dan Ancaman Medsos
Skuad Garuda Muda akan memulai perjuangan melawan Myanmar di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, Rabu (1/6/2026) pukul 20.00 WIB. Laga kedua melawan Timor Leste pada 4 Juni, dan ditutup melawan Vietnam pada 7 Juni 2026.
"Saya sampaikan ke pemain juga masalah media sosial. Karena sekali lagi media sosial menjadi hal yang sangat berbahaya buat pemain dan itu yang saya jaga agar pemain bisa tetap fokus," tegas Nova.
Warisan Indra Sjafri Jadi Motivasi
Pada edisi 2024, Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri sukses menumbangkan Thailand 1-0 di final Surabaya. Nova berharap prestasi itu menjadi pelecut semangat, bukan beban yang menghambat performa anak asuhnya.