BANTEN — Griezmann akan bergabung dengan klub MLS, Orlando City, setelah musim ini berakhir. Total, ia telah menghabiskan 10 musim bersama Los Rojiblancos dalam dua periode terpisah, dengan satu kali "dosa" di antaranya: transfer kontroversial ke Barcelona yang berujung buruk.
Momen Perpisahan di Lapangan, 212 Gol Jadi Warisan
Setelah Atletico menekuk Girona 1-0 di La Liga, Griezmann memberikan pidato di tengah lapangan. Ia mengaku masih ada segelintir fans yang belum memaafkannya.
"Saya tahu banyak dari kalian sudah memaafkan, tapi beberapa masih belum. Jadi saya minta maaf lagi," ujar Griezmann di hadapan stadion yang penuh. "Saya dulu tidak sadar betapa besar cinta di sini. Saya masih muda, dan saya melakukan kesalahan."
Griezmann adalah top skor sepanjang masa Atletico dengan 212 gol dari 500 penampilan. Angka itu ia raih sejak bergabung dari Real Sociedad pada 2014 sebagai pemain sayap kiri, lalu diubah pelatih Diego Simeone menjadi striker kelas dunia.
Ucapan Simeone dan Torres: Dari Sayap Jadi Mesin Gol
Pelatih Simeone memberikan penghormatan khusus. "Kamu datang bermain di sayap, dan kami menempatkanmu di tengah. Kamu menjadi tak pernah puas mencetak gol," kata Simeone. "Kamu memiliki sesuatu yang menular bagi rekan setim, dan itu membawamu ke tempat yang layak kamu dapatkan."
Legenda Atletico, Fernando Torres, juga hadir dalam perayaan karier Griezmann. "Hari ini adalah hari Antoine. Dia pasti yang terbaik yang pernah kami lihat di sini dengan mata kepala sendiri," ujar Torres.
Fakta Singkat Karier Griezmann di Atletico Madrid
- Gol: 212 gol dalam 500 pertandingan — rekor klub sepanjang masa
- Trofi: Hanya satu trofi besar, yakni Liga Europa 2018, sebelum ia juara Piala Dunia 2018 bersama Prancis
- Momen kelam: Pindah ke Barcelona pada 2019, lalu kembali ke Atletico setelah dua musim yang mengecewakan
- Peran: Datang sebagai pemain sayap kiri, diubah Simeone menjadi striker tengah yang haus gol
Pamit dengan Haru, Griezmann Akui Kesalahan Masa Lalu
Griezmann tiba di stadion dengan mata berkaca-kaca. Dalam pidatonya, ia berterima kasih kepada semua rekan setim, staf klub, dan pelatih Simeone yang disebutnya "mengubah segalanya" bagi Atletico.
"Luar biasa bisa berbagi semuanya dengan mereka. Setiap pertempuran, setiap kemenangan, dan setiap kekalahan," pungkasnya.