Samsung Galaxy S24 Ultra bertahan sebagai flagship tangguh di tahun 2026 berkat fitur Bluetooth S Pen yang absen pada seri suksesornya. Walaupun Samsung telah merilis Galaxy S26, dukungan pembaruan perangkat lunak hingga 2031 menjadikan seri S24 investasi jangka panjang yang tetap aman bagi pengguna di Indonesia.
Membeli ponsel flagship merupakan investasi jangka panjang. Samsung Galaxy S24 series, yang pertama kali menyapa pasar pada 2024, kini memasuki tahun kedua perjalanannya di tengah gempuran model terbaru. Menariknya, meski Samsung sudah memajang Galaxy S26 di etalase toko, varian S24 Ultra justru menunjukkan taji yang sulit digantikan oleh adik-adiknya.
Samsung memberikan janji pembaruan sistem operasi dan keamanan selama tujuh tahun untuk lini ini. Artinya, pengguna Galaxy S24 akan terus mendapatkan proteksi dan fitur terbaru hingga tahun 2031. Namun, nilai jual perangkat ini di tahun 2026 bukan sekadar soal umur panjang perangkat lunak, melainkan fitur hardware yang mulai dipangkas pada model-model terbaru.
Keunggulan Mutlak Galaxy S24 Ultra di Tahun 2026
Varian Ultra tetap menjadi primadona bagi mereka yang mencari fungsionalitas maksimal. Satu hal yang membuat Galaxy S24 Ultra lebih unggul dibandingkan Galaxy S25 Ultra atau S26 Ultra adalah keberadaan konektivitas Bluetooth pada S Pen. Samsung memutuskan untuk menghilangkan fitur ini pada model yang lebih baru.
Bluetooth pada S Pen memungkinkan pengguna mengendalikan pemutar media, menjadi tombol shutter kamera jarak jauh, hingga melakukan navigasi presentasi secara nirkabel. Selain itu, S24 Ultra merupakan model terakhir yang mempertahankan desain sudut tajam (squared corners) yang ikonik sebelum Samsung beralih ke desain yang lebih membulat.
Dapur pacunya mengandalkan Snapdragon 8 Gen 3, chipset yang masih sangat kompeten untuk menjalankan aplikasi harian di tahun 2026. Performa grafisnya masih sanggup melahap tugas berat, kecuali jika Anda rutin melakukan penyuntingan video resolusi tinggi atau memainkan judul game 3D ultra-berat seperti "Destiny: Rising" dan "Genshin Impact" dengan pengaturan rata kanan.
Spesifikasi Kunci Samsung Galaxy S24 Ultra
- Prosesor: Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3
- Layar: 6.8 inci Dynamic AMOLED 2X, Flat Display
- Fitur Unik: S Pen dengan dukungan Bluetooth Remote
- Dukungan Software: Update hingga 2031 (Security & OS)
- Material: Frame Titanium dengan desain sudut tajam
Galaxy S24 Versi Standar Mulai Tertinggal
Kondisi berbeda dialami oleh Galaxy S24 versi standar. Di tahun 2026, ponsel ini mulai kehilangan daya tariknya karena kemunculan perangkat kelas menengah yang menawarkan spesifikasi lebih menggiurkan dengan harga lebih rendah. Google Pixel 10a menjadi salah satu pesaing terkuat yang membuat S24 terlihat kurang kompetitif.
Pixel 10a hadir dengan baterai 5.100 mAh, jauh melampaui kapasitas 4.000 mAh milik Galaxy S24. Meskipun Snapdragon 8 Gen 3 secara teknis lebih kuat dalam pengujian benchmark dibandingkan Google Tensor G4, perbedaan tersebut tidak lagi terasa signifikan untuk penggunaan kasual. Harga menjadi faktor penentu utama di sini.
Perbandingan Harga dan Ketersediaan
Mendapatkan unit baru Galaxy S24 series di tahun 2026 memerlukan usaha ekstra. Samsung sudah tidak lagi memproduksi unit baru untuk seri ini, sehingga pembeli harus berburu sisa stok di distributor atau memilih unit rekondisi (refurbished) resmi.
Berikut adalah estimasi harga perangkat kompetitor di pasar tahun 2026:
- Samsung Galaxy S26 (Baru): $800 (sekitar Rp 12,8 juta)
- OnePlus 15R (Baru): $700 (sekitar Rp 11,2 juta)
- Samsung Galaxy S24 (Refurbished): $650 (sekitar Rp 10,4 juta)
- Google Pixel 10a (Baru): $500 (sekitar Rp 8 juta)
Apa Artinya bagi Konsumen Indonesia?
Bagi pengguna di Indonesia, membeli Galaxy S24 Ultra di tahun 2026 hanya disarankan jika Anda benar-benar membutuhkan fitur remote S Pen atau menyukai estetika layar datar dengan sudut tajam. Jika prioritasnya adalah performa murni dan kemudahan klaim garansi, meminang Galaxy S26 atau bahkan OnePlus 15R adalah langkah yang lebih masuk akal.
Pasar ponsel bekas di Indonesia kemungkinan besar masih akan sangat aktif memperdagangkan seri ini. Namun, dengan harga unit refurbished yang masih menyentuh angka Rp 10 jutaan, selisihnya terlalu tipis dengan flagship terbaru yang menawarkan teknologi baterai dan efisiensi daya yang jauh lebih modern untuk standar tahun 2026.
Langkah Samsung memberikan dukungan update 7 tahun memang memperpanjang nafas seri S24. Namun, hambatan ketersediaan stok baru di pasaran membuat mayoritas konsumen lebih disarankan untuk melirik model yang dirilis pada 2026 demi jaminan masa pakai yang lebih panjang.