SERANG — Kepala PKBM Al-Aziziyah, Nanang Faruqi, menyebut pembinaan tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan bekal kepemimpinan kepada generasi muda. Menurutnya, Warga Belajar memiliki peluang menjadi pemimpin di berbagai bidang pada masa mendatang.
"Peserta akan diberikan materi mengenai kepemimpinan karena ke depannya generasi muda tidak menutup kemungkinan akan menjadi pemimpin. Kita berupaya mencetak pemimpin sejak dini," ujar Nanang.
Selain kepemimpinan, kegiatan itu diarahkan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air serta meningkatkan pemahaman Warga Belajar mengenai pentingnya pendidikan. Nanang berharap materi yang diberikan menjadi bekal mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan masa depan.
Ketua Forum PKBM Kota Serang: Kegiatan Ini Bisa Dicontoh PKBM Lain
Ketua Forum PKBM Kota Serang, Jafarudin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pembinaan kepemimpinan dapat menjadi contoh bagi PKBM lain dalam memberikan kegiatan pengembangan karakter bagi Warga Belajar.
"Kami sangat mengapresiasi dan bangga kegiatan seperti ini bisa terlaksana dan dapat dicontoh oleh PKBM lainnya. Mudah-mudahan saat menerima materi lebih semangat, dapat dipahami serta dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari," kata Jafarudin.
Ia berharap kegiatan itu tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya pemikiran dan gagasan baru dari Warga Belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Pendidikan Nonformal Fleksibel, Dinas Pendidikan Soroti Teknologi dan AI
Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (Paudni), Mulyadi, menjelaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki karakter fleksibel dan tidak terikat ketentuan seragam sebagaimana pendidikan formal.
"Pendidikan nonformal tidak terikat dengan seragam. Sangat fleksibel, bisa menggunakan sarung, peci, tapi tidak mengurangi makna pendidikan," jelas Mulyadi.
Mulyadi mengingatkan Warga Belajar agar memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak. Menurutnya, kemajuan teknologi harus digunakan untuk mendukung proses belajar dan pengembangan diri.
"Jangan terlena dengan aplikasi game. Manfaatkan yang baiknya, buang yang buruknya. Kini zaman sudah canggih, apa yang kita inginkan akan ketemu di HP. Ambil positifnya dan manfaatkan khususnya untuk belajar," ujarnya.
Ia juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin berkembang dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran. Perkembangan teknologi, lanjutnya, akan membawa perubahan di berbagai aspek kehidupan, termasuk administrasi yang ke depan semakin banyak beralih dari dokumen fisik menjadi dokumen elektronik.
Ijazah PKBM Bisa Dipakai Lanjut Sekolah dan Melamar Kerja
Dalam kesempatan tersebut, Mulyadi meminta Warga Belajar PKBM serius menyelesaikan pendidikan. Ia menekankan ijazah yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan di PKBM dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun sebagai salah satu persyaratan melamar pekerjaan.
"Kita di pemerintah sedang menertibkan administrasi kewarganegaraan, maka adik-adik ini harus serius untuk menyelesaikan pendidikan di PKBM karena ijazah PKBM akan terpakai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, kemudian pun bisa untuk melamar pekerjaan," katanya.
Ia berharap Warga Belajar yang telah memilih PKBM sebagai jalur pendidikan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh hingga menyelesaikan pendidikan.
"Setelah adik-adik masuk dan belajar di PKBM harus selesai dan lebih serius lagi," pungkasnya.