LEBAK — Sosok muda mulai mengambil peran di panggung politik Lebak. Hanna Aulia Zein Adzmika, kader PPP yang baru genap berusia 22 tahun, diusulkan oleh 28 PAC untuk menduduki posisi Sekretaris DPC PPP Kabupaten Lebak mendampingi Asep Nuh. Ia datang dengan satu misi: membuktikan bahwa anak muda bukan sekadar pemilih, melainkan juga penggerak perubahan di internal partai.
Pendekatan Baru: Lari Pagi dan Ngobrol Santai
Hanna menilai pola pendekatan partai politik terhadap anak muda selama ini sudah usang. Menurutnya, forum-forum formal tak lagi efektif menjangkau Generasi Z. Karena itu, ia menyiapkan konsep kegiatan yang lebih dekat dengan keseharian mereka.
Salah satu yang tengah dirancang adalah agenda lari bersama saat Car Free Day yang dikombinasikan dengan ruang diskusi ringan. "Kami ingin membuat kegiatan yang memang disukai anak muda. Mereka datang bukan karena merasa dipaksa, tetapi karena nyaman berkumpul, berbagi ide, dan belajar bersama. Dari situ kami berharap tumbuh kesadaran politik yang positif," ujar Hanna kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 1 Juli 2026.
Modal Ganda: Entrepreneur dan Direktur Perusahaan
Selain berkecimpung di politik, Hanna bukan wajah baru di dunia usaha. Ia merupakan pendiri usaha photobooth PICAHOLIC dan menjabat sebagai Direktur PT. Murtila Promosindo. Pengalaman sebagai pelaku usaha kreatif ini dinilai menjadi modal penting untuk membangun komunikasi yang lebih cair dengan masyarakat.
Hanna mengakui masih banyak anak muda yang skeptis terhadap partai politik. Namun, ia optimistis persepsi itu bisa diubah jika partai benar-benar membuka ruang partisipasi yang nyata. "Bahwa saat adalah kesempatan baginya sebagai kader muda untuk berkembang, serta menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat," tuturnya.
Regenerasi Politik Jelang Pemilu 2029
Kehadiran Hanna di PPP Lebak menjadi sinyal bahwa regenerasi politik tengah berjalan. Ia meyakini perpaduan antara pengalaman kader senior dengan energi dan kreativitas generasi muda akan menjadi kekuatan penting, termasuk dalam menyongsong Pemilu 2029.
Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu 2024 menunjukkan bahwa pemilih muda—Generasi Z dan milenial—mendominasi komposisi daftar pemilih nasional. Kondisi itu menjadi alasan kuat bagi Hanna untuk mendorong PPP agar lebih relevan di mata generasi penerus melalui pendekatan yang kreatif, inklusif, dan sesuai perkembangan zaman.