TANGERANG — Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, sejak Selasa (30/6) pukul 11.00 WIB, belum berdampak pada operasional pengangkutan sampah. Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan truk pengangkut sampah tetap beroperasi seperti biasa.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, volume sampah yang masuk ke TPA Jatiwaringin masih stabil di angka 1.200 ton per hari. "Kalau dari volume sih masih tetap normal. Lebih kurang sekitar 1.200 (ton) yang kita angkut ke sini," katanya di Tangerang, Rabu.
DLHK Atur Titik Pembuangan Selama Pemadaman
Meski kebakaran masih berlangsung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang tetap mengatur lokasi pembuangan agar truk pengangkut bisa membuang muatannya. "Tujuannya agar truk pengangkut tetap dapat membuang muatannya meski sebagian area TPA masih terdampak kebakaran," ujar Bupati.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada penumpukan sampah di permukiman warga selama proses pemadaman api berlangsung.
Kendala Pemadaman: Tumpukan Sampah Setinggi Gunung dan Asap Pekat
Proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin masih terkendala kondisi lapangan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menjelaskan, tumpukan sampah yang menjulang seperti gunung menyulitkan petugas untuk menjangkau titik api.
"Dengan posisi tumpukan sampah seperti gunung menjadi kendala. Kesulitan kami untuk menjangkau ke atas kendaraan, sementara selang sudah cukup panjang juga tetapi memang karena pekatnya asap kita susah mengakses ke titik lokasi," ujar dia.
BPBD Usulkan Helikopter Water Bombing ke BNPB
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Kabupaten Tangerang telah menyiapkan penetapan status darurat dan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pihaknya mengusulkan bantuan helikopter pengebom air atau water bombing agar api bisa segera dipadamkan.
"Pentingnya BNPB menurunkan helikopter pengebom air untuk mempercepat penanganan kedaruratan berupa kebakaran TPA setempat itu," kata Achmad Taufik.
Hingga saat ini, sebanyak 10 kendaraan pemadam kebakaran dan 45 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas masih berupaya mengakses titik-titik api yang sulit dijangkau dari permukaan tanah.