Acara dimulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Lima pilar strategis hadir: pemerintah, akademisi, pelaku usaha, asosiasi, dan masyarakat. Dari sisi pemerintah, Dr. Nasir hadir dengan jabatan ganda — Kepala Dinas Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten. Ini sinyal bahwa agenda ini mendapat perhatian serius dari tingkat provinsi.
Kota Serang diwakili Kepala Bidang Pertanian DKP3 Andriyani. Kabupaten Serang mengirim Analis Akuakultur Noor Amalia. Kepala Dinas Pendidikan dari Kabupaten Lebak, Serang, Kota Serang, dan Pandeglang turut hadir. Dimensi pendidikan menjadi perhatian dalam pengembangan potensi lokal.
Apa Saja Potensi yang Belum Tergarap Optimal?
Direktur UT Serang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., mengungkapkan masih banyak potensi lokal Banten yang belum tergarap maksimal. “Gipang, rengginang, sate bandeng, dendeng, hingga kerajinan golok khas Banten — semua ini punya nilai luar biasa jika dikemas secara modern dan strategis,” ujarnya usai kegiatan.
Menurut Ajat, forum ini bukan sekadar pertemuan akademis biasa. Riset yang dilakukan kampus harus berdampak langsung pada peningkatan daya saing produk UMKM di Banten.
PR Besar Sektor Pertanian: Efisiensi dan Teknologi
Sorotan tajam datang dari Dr. Nasir. Ia mengakui ketersediaan pangan di Banten saat ini masih cukup. Namun efisiensi sektor pertanian tetap menjadi pekerjaan rumah yang mendesak. “Sektor pertanian merupakan prioritas pembangunan Provinsi Banten dengan potensi sangat besar. Kita masih memerlukan upaya ekstra untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi,” katanya di hadapan peserta.
Nasir menyambut baik peluang kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan UT Serang ke depan. Sinergi kelembagaan ini dinilai produktif dan strategis.
PHRI dan 20 UMKM: Rantai Pasok Siap Diaktifkan
Kehadiran Ketua PHRI Provinsi Banten, Ashok Kumar, menjadi angin segar bagi pelaku UMKM. Dengan representasi dari sektor perhotelan dan restoran, produk lokal Banten berpeluang masuk ke rantai pasok hotel dan restoran berbintang di provinsi ini.
Sebanyak 20 pelaku UMKM dari Kota dan Kabupaten Serang duduk sebagai peserta aktif. Mereka bukan sekadar pendengar, melainkan subjek utama dari seluruh agenda transformasi yang dirancang UT Serang.
Langkah Konkret Setelah FGD
Forum ini mempertemukan Camat Serang, para lurah, dosen dari Untirta dan UPI, serta perwakilan Dinas Pendidikan lintas kabupaten/kota. Hasilnya diharapkan berupa peta jalan yang jelas. Ajat menegaskan, gerakan transformatif ini harus terus digerakkan. Potensi lokal Banten tidak boleh lagi menjadi emas yang hanya tertimbun.