TANGSEL — Masjid di Kota Tangerang Selatan tak lagi sekadar tempat salat dan pengajian. Gerakan Pejuang Shubuh (GPS) setempat menghadirkan GPS Digital Academy & Innovation Center, sebuah pusat pembelajaran yang dirancang untuk mencetak talenta digital dari lingkungan masjid.
Ketua GPS Tangsel, Ustaz Muhammad Sartono, mengatakan bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai ruang pembinaan generasi muda. Bukan hanya unggul secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi tantangan era digital.
“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin melahirkan generasi muda yang melek teknologi, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Sartono dalam keterangannya, Selasa (15/4).
Apa Saja yang Dipelajari di Innovation Center Ini?
Melalui Innovation Center tersebut, peserta akan mendapatkan akses pembelajaran di beberapa bidang. Materi yang diajarkan mencakup pembuatan konten digital, pemrograman atau coding, hingga pengenalan kecerdasan buatan atau AI.
Selain itu, pusat ini juga menyediakan ruang kolaborasi. Anak muda bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan ide dan inovasi bersama-sama.
Mengapa Pemkot Tangsel Mendukung Program Ini?
Program ini mendapat dukungan dari Diskominfo Kota Tangsel. Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, menilai pengembangan talenta digital berbasis komunitas merupakan langkah penting dalam memperluas manfaat transformasi digital hingga ke tingkat akar rumput.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seperti GPS menjadi model yang potensial untuk memperkuat ekosistem smart city yang inklusif. Pembangunan kota cerdas tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar.
Dampak yang Diharapkan bagi Kota Tangsel
GPS Digital Academy & Innovation Center diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar. Lebih dari itu, tempat ini diharapkan menjadi ruang lahirnya inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kota Tangsel ke depan.
Langkah ini juga menjadi contoh bagaimana komunitas berbasis keagamaan bisa beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Masjid, yang selama ini identik dengan kegiatan ibadah, kini mulai merambah ke pengembangan keterampilan digital yang dibutuhkan pasar kerja.