Pencarian

Petani Lebak Diajak Penuhi Kebutuhan Bahan Pokok Program Makan Bergizi Gratis, Sayuran Masih Didatangkan dari Luar Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 • 15:33:31 WIB
Petani Lebak Diajak Penuhi Kebutuhan Bahan Pokok Program Makan Bergizi Gratis, Sayuran Masih Didatangkan dari Luar Daerah
Petani Lebak didorong fokus memenuhi kebutuhan sayuran program Makan Bergizi Gratis.

LEBAK — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan sosialisasi kepada kelompok tani terus digencarkan agar mereka fokus pada komoditas yang dibutuhkan program MBG. Program yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka ini dinilai membuka peluang besar bagi sektor pertanian lokal.

"Kita sudah mensosialisasikan kepada kelompok petani agar mengembangkan komoditas pertanian pangan dan sayuran guna memenuhi kebutuhan program MBG," kata Rahmat di Lebak, Rabu.

Pasokan Beras Lokal Sudah Aman, Sayuran Masih Impor Antar Daerah

Menurut Rahmat, kebutuhan beras untuk program MBG di Lebak sudah bisa dipasok sepenuhnya oleh petani setempat. Namun, untuk aneka sayuran seperti kacang panjang, ketimun, faria, dan hoyong, produksi lokal belum mencukupi.

"Selama ini, kebutuhan sayuran masih kekurangan untuk memenuhi dapur SPPG, sehingga terpaksa mendatangkan dari luar daerah," ungkapnya.

Padahal, potensi tanaman sayuran dataran rendah tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Lebak. Dinas Pertanian optimistis para petani bisa mengisi celah permintaan tersebut.

200 Dapur SPPG Siap Tampung Produk Petani Lokal

Ketua Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak Asep Royani mengungkapkan, saat ini ada sebanyak 200 SPPG yang beroperasi di daerah itu. Seluruh dapur tersebut menampung produk lokal untuk membantu pendapatan ekonomi petani.

Produk lokal yang dimaksud mencakup sektor pertanian pangan beras, aneka sayuran, buah-buahan, serta sektor peternakan unggas, telur, dan perikanan budidaya air tawar seperti ikan gurame, emas, lele, dan nila.

"Semua produk lokal itu ditampung SPPG untuk memberikan makanan yang berkualitas dan bermutu terhadap penerimaan manfaat program MBG," kata Asep.

Petani Mulai Beralih ke Sayuran, Satu Musim Panen Ketimun Raup Rp50 Juta

Ketua Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Kabupaten Lebak Ruhiana mengakui, sejak program MBG berjalan, banyak anggotanya yang mulai mengembangkan aneka tanaman sayuran dataran rendah. Salah satu contohnya adalah tanaman ketimun yang hasilnya langsung ditampung SPPG.

"Kita hasil panen tanaman ketimun dari luas dua petak sawah dan ditampung SPPG dan bisa menghasilkan pendapatan Rp50 juta per musim," jelas Ruhiana.

Ia berharap kolaborasi antara petani dan pemerintah daerah terus diperkuat agar ketergantungan pasokan dari luar daerah bisa dikurangi. Dengan begitu, program MBG tidak hanya menyehatkan generasi muda, tetapi juga menghidupkan ekonomi desa.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks