Pencarian

Air Sungai Ciujung di Serang Kembali Cokelat Usai Sempat Hitam dan Berbau, DLH Ambil Sampel di Empat Titik

Selasa, 23 Juni 2026 • 19:05:31 WIB
Air Sungai Ciujung di Serang Kembali Cokelat Usai Sempat Hitam dan Berbau, DLH Ambil Sampel di Empat Titik
Air Sungai Ciujung di Serang kembali berwarna cokelat setelah sebelumnya menghitam.

SERANG — Warna hitam yang sempat menyelimuti aliran Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, Banten, perlahan menghilang. Berdasarkan pantauan di Jembatan Ciujung, Kragilan, Selasa (23/6/2026), air kini tampak berwarna cokelat. Meski demikian, masih terlihat sejumlah kayu dan sampah plastik yang tersangkut di pinggiran sungai.

Bau tak sedap yang sebelumnya dikeluhkan warga saat air menghitam juga sudah tidak tercium lagi. Perubahan kondisi ini terjadi setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang dan DLH Provinsi Banten turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pengambilan sampel air.

DLH Ambil Sampel di Empat Jembatan untuk Uji Laboratorium

Pengambilan sampel air dilakukan di beberapa titik strategis untuk mengetahui sebaran dan sumber pencemaran. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, Bagja Saputra, menyebutkan pihaknya telah mengambil sampel di tiga lokasi, yaitu Jembatan Kragilan, Jembatan Kolelet di Kecamatan Tanjung Teja, dan Jembatan Pamarayan.

"Selanjutnya kita akan ambil sampel di Jembatan Jongjing, Tirtayasa," kata Bagja Saputra.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, Wawan Gunawan, juga meninjau langsung kondisi di Jembatan Jongjing. Ia memastikan bahwa air di titik tersebut sudah tidak berwarna hitam dan tidak berbau. "Air sudah tak lagi hitam, kita akan ambil sampel dari air tersebut," ujar Wawan.

Warga Keluhkan Bau dan Air Tak Bisa Digunakan untuk Sawah

Sebelumnya, pada Senin (15/6/2026), warga Kampung Jongjing, Tirtayasa, dikejutkan dengan perubahan warna air Sungai Ciujung menjadi hitam. Di permukaan sungai, terlihat lapisan minyak dan tercium aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah seorang warga, Wiwi, mengaku kondisi air sudah menghitam selama lima hari. Ia merasa tidak nyaman dengan bau yang muncul. Lebih dari itu, air sungai yang keruh dan tercemar membuat para petani tidak bisa menggunakannya untuk mengairi sawah. "Nggak bisa kalau dipakai untuk sawah, kan nggak bisa untuk padi, Pak. Bisa-bisa mati padinya," keluhnya.

Keberadaan banyak industri atau pabrik di sepanjang daerah aliran Sungai Ciujung diduga kuat menjadi penyebab pencemaran ini. Hasil uji laboratorium dari sampel yang diambil DLH nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah penindakan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks