BANTEN — Turnamen puncak musim 2025-2026 ini bukan sekadar pertandingan biasa. MLSC All-Stars menjadi ajang seleksi akhir bagi pemain-pemain terbaik hasil pembinaan dari berbagai daerah, yang disiapkan untuk menjadi fondasi Tim Nasional Putri Indonesia di masa depan.
Format Baru, Level Kompetisi Naik Kelas
Perubahan paling signifikan terlihat dari format pertandingan. Jika tahun lalu masih 7 vs 7, edisi 2026 mengadopsi 9 vs 9 dengan durasi lebih panjang: 2x20 menit dan jeda istirahat 10 menit.
Ukuran lapangan tetap 50 x 35 meter dengan gawang 2 x 5 meter. Penambahan kuota pemain juga terjadi, dari 14 menjadi 16 pemain per tim, termasuk cadangan, plus empat official yang terdiri dari tiga pelatih dan satu safe guardian.
Pembagian Grup dan Jadwal Fase Awal
Babak penyisihan sudah diundi pada Minggu (21/6). Tiga grup terbentuk dengan komposisi sebagai berikut:
- Grup A: Surabaya, Jakarta, Malang, Samarinda
- Grup B: Solo, Yogyakarta, Semarang, Banjarmasin
- Grup C: Kudus, Bandung, Tangerang, Bekasi
Setiap tim juga diperbolehkan membawa maksimal dua pemain tamu (guest star) non-MLSC dengan syarat ketat: kelahiran maksimal 2012 dan masih duduk di kelas 6 SD. Aturan ini masih sama seperti edisi sebelumnya.
Mematangkan Mental Juara Sejak Dini
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa agenda ini bukan hanya soal siapa yang menang. “Kami membawa para calon srikandi terbaik ini ke panggung All-Star di Kudus dengan satu tujuan besar, yaitu mematangkan mental juara dan mempersiapkan mereka menjadi fondasi masa depan Tim Nasional Putri Indonesia,” ujarnya.
Trilogi Sepak Bola Putri Nasional
Head Coach MLSC, Jacksen F Tiago, menyebut persaingan tahun ini jauh lebih merata dan kompetitif. Menurutnya, All-Stars 2026 menjadi bagian penting dari trilogi sepak bola putri nasional. “Yang akan membuka jalan bagi para pemain terbaik untuk melangkah ke turnamen besar berskala internasional,” kata Jacksen.
Turnamen berlangsung selama enam hari, mulai 23 hingga 28 Juni 2026. Dengan talenta yang telah disaring dari ribuan peserta sepanjang musim, Kudus akan menjadi saksi lahirnya bintang-bintang masa depan sepak bola putri Indonesia.