BANTEN — Hyundai perlahan membuka tabir Ioniq V, kendaraan listrik hasil kerja sama Beijing Hyundai yang sempat dipajang di Beijing Auto Show 2026. Lewat dokumen yang dirilis MIIT baru-baru ini, publik akhirnya bisa melihat detail teknis mobil ini.
Model ini menjadi senjata Hyundai untuk merebut kembali pangsa pasar di China. Pabrikan Korea Selatan itu selama beberapa tahun terakhir terus tertekan di segmen kendaraan energi baru (NEV) Negeri Tirai Bambu.
Dua Pilihan Baterai, Jarak Tempuh Sampai 650 Km
Dari data MIIT, Ioniq V hadir dalam dua varian baterai. Varian standar menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) 53,5 kWh yang dipasok CATL, dipadukan motor listrik 188 hp. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 520–540 kilometer berdasarkan siklus CLTC.
Varian jarak jauh mendapat baterai LFP lebih besar, 66,8 kWh. Motor listriknya naik jadi 225 hp. Dalam kondisi penuh, mobil ini mampu menempuh 620–650 kilometer menurut standar pengujian China.
Dimensi Sedan Besar, Layar Ganda 27 Inci
Hyundai Ioniq V punya panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, dan jarak sumbu roda 2.900 mm. Ukuran itu menempatkannya di kelas sedan listrik berukuran besar.
Di dalam kabin, Hyundai menyematkan layar ganda berukuran 27 inci sebagai pusat informasi dan hiburan. Sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) dikembangkan bersama perusahaan teknologi Momenta.
Varian EREV Juga Disiapkan untuk Konsumen China
Selain versi listrik murni, Hyundai mengungkapkan konsumen China juga akan mendapat pilihan Extended Range Electric Vehicle (EREV) dalam waktu dekat. Langkah ini menunjukkan strategi Hyundai untuk menjangkau lebih banyak segmen di pasar NEV yang kompetitif.
Hyundai Ioniq V diproyeksikan mulai memasuki pasar China sebelum akhir 2026. Belum ada informasi apakah model ini akan diekspor ke Indonesia atau negara lain.