BANTEN — Data resmi Gaikindo yang dirilis Senin (15/6/2026) menunjukkan penjualan ritel juga mengalami koreksi tipis dari 75.736 unit di April 2026 menjadi 71.890 unit pada Mei 2026. Meski begitu, performa Mei 2026 masih jauh lebih baik dibandingkan realisasi Mei 2025 yang hanya mencapai 60.697 unit.
Kontraksi Bulanan Murni Akibat Faktor Musiman
Pelaku pasar menilai penurunan penjualan dari April ke Mei adalah hal yang wajar. Lonjakan pengiriman pada April lalu dipicu oleh pemenuhan permintaan pasca-momentum Lebaran, yang secara alami membentuk basis komparasi yang tinggi (high base effect).
Sebaliknya, aktivitas pasar sepanjang Mei cenderung landai. Tingginya intensitas hari libur nasional yang memangkas hari kerja efektif menjadi penyebab utama perlambatan transaksi di diler.
Kumulatif Lima Bulan Pertama Tumbuh Dua Digit
Secara kumulatif, penjualan wholesales sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 359.015 unit. Angka ini naik 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan ritel selama lima bulan pertama tahun ini mencapai 359.490 unit, meningkat 8,8% secara tahunan.
Pertumbuhan ini menandakan bahwa daya beli pasar otomotif nasional masih solid meskipun ada fluktuasi bulanan. Kijang Innova kembali memuncaki daftar model terlaris, mempertahankan dominasinya di segmen multi-purpose vehicle (MPV) yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan.
Kinerja Pasar Otomotif di Tengah Efek Musiman
Fenomena kontraksi bulanan pasca-Lebaran sudah menjadi pola tahunan di industri otomotif Indonesia. Distribusi besar-besaran sebelum dan saat momen mudik selalu menciptakan lonjakan yang sulit diulang di bulan berikutnya.
Dengan data ini, Gaikindo optimistis tren positif masih akan berlanjut hingga semester kedua 2026, didorong oleh peluncuran model-model baru dan program promosi dari berbagai pabrikan.