Pencarian

Tiga Eks Kapolda Jabar, Termasuk Mantan Wakapolri, Isi Kabinet Prabowo

Jumat, 12 Juni 2026 • 15:00:01 WIB
Tiga Eks Kapolda Jabar, Termasuk Mantan Wakapolri, Isi Kabinet Prabowo
Tiga mantan Kapolda Jawa Barat resmi mengisi posisi di kabinet Presiden Prabowo.

BANTEN — Ketiga nama tersebut adalah Jenderal Pol (Purn) Ahmad Dofiri, Komjen Pol (Purn) Suntana, dan Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus. Keputusan ini mengonfirmasi pola rekrutmen menteri dan pejabat setingkat menteri yang banyak berasal dari institusi kepolisian, khususnya mereka yang memiliki rekam jejak di wilayah strategis seperti Jawa Barat.

Ahmad Dofiri, peraih penghargaan Adhi Makayasa tahun 1989, merupakan figur paling senior di antara ketiganya. Ia menjabat Kapolda Jawa Barat pada periode 16 November 2020 hingga 31 Oktober 2021, sebelum akhirnya dipercaya sebagai Wakapolri pada 11 November 2024. Kariernya di Korps Bhayangkara dimulai dari lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1989 dan pernah mengisi posisi Kepala Bagian Kermadagri Robangpers SDE SDM Polri serta Koorspripim Polri pada 2010.

Jejak Karier dan Tugas Baru di Pemerintahan

Dengan latar belakang sebagai mantan orang nomor dua di Polri, Dofiri dianggap memiliki pengalaman dalam manajemen strategis dan pengamanan nasional. Dua koleganya, Suntana dan Akhmad Wiyagus, juga dikenal memiliki rekam jejak panjang di kepolisian, khususnya saat memimpin wilayah hukum Jawa Barat yang memiliki kompleksitas tinggi—mulai dari penanganan konflik sosial hingga pengamanan ibu kota.

Ketiganya kini dihadapkan pada tugas mengelola kementerian atau lembaga yang bukan lagi bersifat operasional kepolisian. Pemerintah mengharapkan pengalaman mereka dalam birokrasi keamanan dapat memperkuat sinergi lintas sektor di kabinet. "Mereka siap mengemban tugas dalam pemerintahan dan mendukung berbagai kebijakan strategis," demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip dari rilis.

Kontribusi yang Diharapkan dari Tiga Mantan Kapolda

Presiden Prabowo, yang dikenal dekat dengan sejumlah perwira tinggi Polri, tampaknya sengaja merangkul figur-figur dengan pengalaman komando lapangan. Jawa Barat, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar dan pusat industri, kerap menjadi batu loncatan karier bagi perwira bintang tinggi.

Pengamat kepolisian menilai langkah ini bisa mempercepat program-program yang membutuhkan pendekatan keamanan dan ketertiban, seperti pengamanan investasi dan penegakan hukum di daerah. Namun, tantangan terbesar bagi para mantan Kapolda ini adalah beradaptasi dengan kultur sipil yang berbeda dengan struktur komando kepolisian.

Dofiri, Suntana, dan Wiyagus kini menjadi bagian dari trio mantan Kapolda Jabar yang duduk di kabinet. Masyarakat akan mengawasi apakah pengalaman mereka di lapangan mampu diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang efektif, atau justru menimbulkan dinamika baru di dalam birokrasi pemerintahan.

Bagikan
Sumber: daerah.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks